Bikin Macet, Bangunan Liar Pinggir Jalan Puncak Dibongkar

0
544
Masjid di Puncak Bogor sepi wisatawan

BOGOR, Bisniswisata.co.id: Bikin kemacetan berkepanjangan sekaligus merusak pemandangan, Pemkab Bogor akhirnya memutuskan untuk melakukan penertiban atau pembongkaran bangunan liar yang sebagian besar digunakan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Raya Puncak Bogor. Rencana pembokaran dilakukan pada 5-6 September 2017.

“Karena itu, bagi wisatawan atau masyarakat yang hendak melintasi jalur Puncak saat pelaksanaan pembongkaran sebaiknya menghindari Jalan Raya Puncak dan mencari jalan alternatif,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor Edy Wardani.

Dilanjutkan, keputusan pembongkaran berdasarkan hasil rapat antara sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait persiapan pelebaran jalan di kantor Bupati Bogor, Komplek Pemkab Bogor. “Iya operasi penertiban pembongkaran PKL dan bangunan liar sepanjang jalur puncak itu dilakukan Satpol PP Bogor untuk pelebaran jalan,” jelasnya seperti dilansir Sindonews, Sabtu (26/08/2017).

Kepala Bidang Bina Riksa dan Perundang-undangan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bogor Agus Ridho menjelaskan penertiban itu nantinya akan melibatkan penegak hukum lainnya seperti TNI dan Polri. “Penertiban dilakukan secara bertahap, tahap pertama pada 5-6 September itu sebanyak 573 Pedagang kaki Lima (PKL) dan bangunan liar yang akan ditertibkan,” ujarnya.

Menurutnya penerbitan tahap pertama ini akan dilakukan dari Simpang Gadog hingga Hotel Permata dekat Simpang Taman Safari Indonesia (TSI). Selain itu, para Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk sementara akan ditempatkan di hotel dan tempat-tempat wisata. “Kita juga sudah bicara dengan PHRI, PKL sementara akan direlokasi ke sejumlah hotel, restoran dan juga tempat-tempat wisata terdekat,” ucapnya.

Sementara untuk tahap kedua akan dilakukan pada tanggal 18 September 2017. Sedangkan untuk tahap terakhir digelar pada akhir September. “Kami sudah mengirim surat melalui desa, camat, dan juga para PKL, saat akan dilakukan pembongkaran diharapkan bisa bekerja sama. Untuk menciptakan Puncak yang indah, karena Puncak merupakan salah satu destinasi wisata favorit,” katanya.

Menurutnya, untuk area relokasi ribuan PKL sepanjang jalur Puncak sudah mulai ditentukan yakni di tiga lokasi dengan total lahan seluas 5 hektar. “Sejak sepekan lalu, berdasarkan hasil pendataan ada 1.243 kios dan bangunan liar bakal dibongkar atau direlokasi, ke tiga tempat, yakni di Rest Area PT Sumber Sari Bumi Pakuan (SSBP), The Ranch dan Taman Wisata Matahari (TWM).

Berdasarkan pantauan lahan PT SSBP yang luasnya 1 hektar masih belum siap untuk dijadikan lahan relokasi, terlihat masih berupa perkebunan teh dan banyak bangunan rumah yang dihuni warga. “Karena mendesak dari Kementrian PUPR pusat, awalnya kan 5 hektar, tiba-tiba dari pusat udah ada untuk pelebaran ini, darurat kita pakai ini dulu yang 1 hektar,” katanya.

Puncak merupakan tempat wisata yang selalu padat setiap akhir pekan. Selain lokasinya yang dekat dengan ibukota Jakarta, udara di daerah ini juga sejuk – satu hal yang tidak bisa ditemui di kota besar yang padat polusi seperti Jakarta.

Faktor ini membuat Puncak menjadi salah satu solusi liburan singkat dengan biaya yang relatif tidak terlalu tinggi. Selain itu, dengan berbagai jenis tempat wisata yang dimilikinya, Puncak merupakan tujuan tepat bagi keluarga dan rombongan.

Daerah ini juga terkenal di kalangan turis Asia dan Timur Tengah, oleh karena itu, jangan heran apabila menemukan toko-toko atau pelayanan jasa yang menggunakan bahasa Arab di spanduk dan penawarannya.

Jalur Puncak berada di perbatasan antara Bogor dan Cianjur dengan suhu harian berkisar antara 14 – 18 derajat celcius, dan bisa lebih sejuk lagi pada malam hari. Karena padatnya pengunjung setiap masa liburan, Puncak memberlakukan sistem jalur buka-tutup untuk mengatasi kemacetan. Apalagi di Puncak, terdapat 25 tempat wisata sehingga setiap akhir pekan dan liburan selalu dipadati kendaraan sehingga kemacetan tak bisa dihindari. (*/NDIK)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.