Galungan dan Lebaran, Bali Selatan Lengang

0
1994

DENPASAR, test.test.bisniswisata.co.id,- HARI ke dua Lebaran kota Denpasar senyap dari aktivitas sosial, bisnis. Pusat kota yang dihari- hari kerja macet total, hari ini nampak lengang. ‘’Liburnya panjang, dari perayaan Galungan (15/7), lanjut Idul Fitri. Jadi dari hari Selasa (14/7), konsumen sudah sepi, hari ini sejak pagi canang saya, baru habis setengah keranjang. Hari- hari biasa, jam 2 siang sudah menghabiskan empat (4) keranjang,’’ ungkap Nyoman sari penjaja canang sari di depan Pasar Badung di pusat kota Denpasar, menjawab test.test.bisniswisata.co.id, Sabtu (18/7)petang.
Jika cuti bersama di daerah lain untuk menghormati umat Islam merayakan Lebaran, di Bali cuti bersama menjadi lebih panjang karena Lebaran bersamaan dengan perayaan Galungan(15/7) dan Kuningan (25/7). Suasana lenggang tak hanya terjadi di pusat kota Denpasar, juga terjadi di beberapa kawasan wisata seperti Kuta, Nusa Dua mau pun Sanur. Seperti diketahui kota Denpasar dan wilayah Selatan Kabupaten Badung, merupakan daerah urban dengan mobilitas penduduk yang tinggi. Bali Selatan yang menjadi pusat kegiatan pariwisata dengan dinamika ekonomi kreatifnya dan pemerintahan, pada libur perayaan agama menjadi lengang. Saat Lebaran tiba ditinggal mudik warga muslim, saat perayaan Galungan dan Kuningan ditinggal mudik warga urban dari beberapa kabupaten di Bali.
Ditinggal mudik warga untuk merayakan hari raya, Bali Selatan tetap mendapat kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara. Namun kedatangan mereka belum mampu menyemarakkan dinamika sosial setempat. Tercatat kedatangan penumpang domestik di bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, menunjukkan kenaikan hingga empat persen pada hari pertama Idul Fitri 1436 Hijriah dibandingkan periode sama tahun 2014. Data dari Posko Monitoring Angkutan Lebaran di bandara Ngurah Rai menunjukkan jumlah penumpang yang tiba di Bali melalui bandara itu mencapai 14.960 orang , diangkut menggunakan 100 pesawat. Penumpang dominan wisawatan asal sejumlah kota besar Indonesia yang menghabiskan masa cuti bersama hingga 21 Juli mendatang.
Kedatangan internasional pada Lebaran pertama tahun ini juga menunjukkan peningkatan, hampir delapan persen – kedatangan 11.276 orang menggunakan 63 pesawat – dibandingkan Lebaran pertama tahun 2014 yang hanya 10.399 orang, menggunakan 60 armada pesawat.
Wisatawan yang berlibur di Bali tidak hanya datang menggunakan angkutan udara, Posko Angkutan Lebaran di penyeberangan Padang Bai dan Gilimanuk didukung Posko Angkutan Darat di terminal Ubung Denpasar, mencatat kenaikan kedatangan mau pun keberangkatan.
Menurut Kepala Unit Teknis (UPT) Terminal Ubung, AA Eka Putra mengatakan, secara umum, jumlah keberangkatan pemudik tahun ini mengalami kenaikan dari periode yang sama tahun sebelumnya. Pemudik yang berangkat dari terminal paling padat di Bali itu antara H-7 hingga H-2 Lebaran telah mencapai 16.446 orang atau mengalami kenaikan sebanyak 743 orang atau sekitar 1,05 persen dari periode yang sama tahun lalu sekitar 15.661 orang. Kenaikan ini akibat pembatalan sejumlah penerbangan dari Bali akibat abu vulkanik letusan Gunung Raung. Sejumlah penumpang angutan udara mengalihkan moda transportasinya ke angkutan darat.
Laporan yang disampaikan Posko Monitoring Angkutan Lebaran di penyeberangan Gilimanuk mengalami kenaikan tidak lebih dari dua persen. Pasalnya cuti bersama Lebaran yang bersamaan dengan libur panjang dunia pedidikan, memeratakan keberangkatan arus pulang kampung warga urban, mau pun kedatangan yang berlibur ke Bali. ‘’Tidak menumpuk di hari tertentu bahkan nyaris tidak nampak puncak arus mudiknya,’’ ungkap petugas Posko yang dihubungi test.test.bisniswisata.co.id. Sementara arus kedatangan ke Bali untuk berlibur melalui penyeberangan Gilimanuk, tidak harus menambah kapal penyeberangan dari angkutan regular yang ada. (Dwi: [email protected])

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.