Gairahkan Wisata Bahari, Pelni Partisipasi Menpar Apresiasi

0
610

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Pariwisata bahari lagi naik daun. Gairah untuk menggerakan potensi bahari sangat terasa di era kepemimpinan Presiden Jokowi. Semua daerah yang wilayahnya memiliki pantai, laut, teluk, pulau terpencil, hingga kekayaan bawah laut disarankan dikelola, dipoles, ditangani serius untuk ditawarkan wisatawan.

Gairah juga merasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di pelayaran. Kepedulian PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) terhadap wisata bahari, begitu kuat, melekat dan penuh semangat.

Bagaikan dua sisi mata uang. Satu sisi berkaitan strategis bisnisnya, dengan membuka akses jalur laut, sehingga mempermudah wisatawan menembus ke berbagai destinasi pelosok nusantara. Sisi lainnya, membantu mengembangkan pariwisata Indonesia. Dengan sebuah harapan, grafik tingkat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan nusantara (wisnus) yang berwisata bahari semakin bergairah.

Karenanya, tahun ini Pelni menawarkan enam paket destinasi Wisata Bahari. Paket itu terdiri Raja Ampat (Papua Barat), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Karimun Jawa (Jawa Tengah), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Bandaneira (Ambon), dan Derawan (Kalimantan Timur).

Dari enam destinasi itu, tiga destinasi merupakan pengulangan dari tahun sebelumnya, yaitu Raja Ampat, Wakatobi dan Karimun Jawa. Tiga destinasi baru terdiri Labuan Bajo, Bandaneira dan Derawan.

“Khusus untuk Karimun Jawa sudah rutin dua minggu sekali dengan KM. Kelimutu dari Semarang-Karimun Jawa sejak awal tahun 2016,” ungkap Akhmad Sujadi, Manager Komunikasi & Hubungan Kelembagaan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), dihubungi di Jakarta, Sabtu (23/07/2016).

Selain itu, sambung dia, khusus destinasi wisata Labuan Bajo akan digelar (23-26 September 2016) selama empat hari, dimulai dari Benoa (Bali) – Labuan Bajo-Makasar menggunakan KM. Tilongkabila. Wisatawan akan mengunjungi Taman Nasional Komodo, Pulau Kanawa, Pink Beach dan Air Terjun Cuanca Rami dapan menaiki kapal tersebut. “Harga paket untuk kelas satu Rp 5,4 juta. Kelas dua Rp4,8 juta dan kelas budget Rp 3,8 juta.” urainya.

Destinasi kedua Derawan, Kalimantan Timur (10-13 Oktober 2016) diberangkatkan menggunakan KM. Bukit Siguntang dari Pelabuhan Balikpapan. Harga paket untuk ke Derawan kelas satu Rp5,4 juta. Kelas dua Rp4,8 juta dan kelas budget Rp3,8 juta. “Ada 3 pelabuhan omit untuk para traveler naik KM. Bukit Siguntang selain Balikpapan, Tarakan, Nunukan dan Pare-pare.” jelasnya.

Destinasi Raja Ampat dilaksanakan (28-31 Oktober 2016), mengawali wisata dari Pelabuhan Sorong. Kapal bergerak ke Yenbuba (Pasir Timbul, Kampung Yenbuba, Touring Boat, Snorkeling dan Diving). Hari berikutnya ke Painemo (Tracking Bukit, Touring Boat, Snorkeling dan Diving). Perjalanan dilanjutkan ke Arborek (Bird Watching, Touring Goa Kelelawar, Snorkeling dan Diving). “Untuk paket ini, Pelni mematok harga paket kelas satu Rp9,2 juta. Kelas dua Rp8,2 juta dan kelas budget Rp6,3 juta,” ucapnya.

Juga, Destinasi Wisata Wakatobi dilaksanakan (11-14 November 2016), wisatawan berangkat dari Pelabuhan Baubau menuju Pulau Hoga dan Pulau Tomia untuk melakukan snorkeling dan diving. Wisatawan akan kembali ke Pelabuhan Baubau dan selanjutnya Kapal akan ke Makassar. Pelni menawarkan harga paket wisata ke Wakatobi dari Pelabuhan Baubau untuk kelas satu Rp4,7 juta, kelas dua Rp4,1 juta dan kelas budget Rp3,1 juta.

Terakhir Wisata Bahari ke Bandaneira akan dilaksanakan (20-25 November 2016). Para wisatawan akan naik K.M. Tidar dari Pelabuhan Ambon menuju Bandaneira. Selain itu, wisatawan akan mengunjungi Benteng Belgica, Pulau Hatta, Pulau Pisang dan Pulau Karaka. “Pelni membawa wisatawan menikmati pemandangan alam nan indah di benteng peninggalan Belanda. “Harga paket wisata ke Bandareira untuk kelas satu Rp 5,9 juta. Kelas dua Rp 5,1 juta dan kelas budget Rp 4,4 juta.” tambahnya.

Dikatakan, harga paket wisata Pelni tidak termasuk transportasi udara dan transportasi lain ke pelabuhan awal. Harga sudah termasuk service Floating Hotel, makan pagi, siang dan malam, serta coffee break, guest aminity, boat touring, snorkeling dan pemandu di tempat destinasi wisata. “Untuk diving ditambah biaya antara Rp 1,2 juta hingga Rp 1,4 juta,” katanya.

Untuk fasilitas kamar, dia mengatakan kamar kelas satu terdiri 2 bed, kamar kelas 2 terdiri 4 bed dengan kamar mandi dalam, sedangkan penumpang kelas budget dapat tidur ramai-ramai.

Apresiasi

Partisipasi Pelni menggerakan transportasi wisata bahari mendapat apresiasi Menteri Pariwisata (Menpar) Arif Yahya. Sebuah harapan, langkah BUMN Pelni bisa diikuti oleh moda transportasi laut swasta lainnya untuk memberikan perhatian terhadap pengembangan pariwisata bahari.

“Kami berharap langkah Pelni juga jasa moda lut swasta dapat membawa dampak positif terhadap pertumbuhan industri wisata bahari di Indonesia,” lontar Menteri pariwisata saat dimintai komentarnya, belum lama ini.

Menteri mengakui wisata bahari di Indonesia sangat potensial, prospektif bagi para pelancong domestik maupun mancanegara. Objek wisata pantai, kepulauannya sangat melimpah. Belum lagi wisata kuliner dengan aneka sea food yang sangat lezat.

Ditambah lagi, wisata bawah laut seperti cruising, snorkling, fishing, surfing, swimming, diving yang dimiliki Indonesia sangat melimpah.

Diving misalnya, Indonesia memiliki 20 titik penyelaman di Bunaken-Sulawesi Utara, Taman Nasional Wakatobi, 88 titik penyelaman di Selat Lembeh-Sulawesi Utara serta tiga spot diving di Pulau Weh, Aceh. Sejumlah titik penyelaman yang tersebar di Labuan Bajo, Pulau Komodo, dan Pulau Rinca -NTT, 50 titik menyelam laut Alor, 28 titik penyelaman di Derawan, spot diving di Teluk Cenderawasih dan Raja Ampat, juga sangat-sangat indah.

“Indonesia merupakan pilihan yang tepat untuk tujuan wisata diving. Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki lebih dari 17.000 pulau serta merupakan tempat yang paling banyak diberikan kekuasaan Tuhan yakni salah satunya menjadi pusat dari corral reef triangle yang memiliki berbagai lokasi diving berpanorama indah dan unik,” papar Menpar.

Sayangnya, sambung mantan CEO PT Telkom Indonesia, kontribusi wisata bahari kepada negara masih sangat kecil, hanya 10 persen atau US$1 miliar dari total US$10 miliar devisa.

Sementara negara tetangga Malaysia sudah mencapai US$8 miliar. “Padahal potensi kita jauh lebih tinggi. Kalau untuk menaikkan (target devisa) dua kali lipat pada tahun 2019 itu relatif mudah. Dari 10 persen menjadi 20 persen atau US$1 miliar menjadi US$4 miliar,” kata Arif Yahya

Menteri mengakui, salah satu kendala masalah pariwisata Indonesia adalah minim dan tidak memadainya transportasi ke lokasi wisata. “Jadi, kelemahan Indonesia dalam pariwisata, salah satunya, akses. Contoh saja, wisata mancanegara dari China ke Indonesia yang direct (langsung) itu hanya 37 persen. Sedangkan, ke negara pesaing seperti Singapura mencapai 85 persen, Thailand 81 persen dan Malaysia 78 persen,” katanya.

Karena itu, Kementerian Pariwisata sangat mendukung langkah Pelni menawarkan paket wisata bahari. “Kalau
pariwisata itu idenya satu. Makin dilestarikan makin mensejahterahkan. Jadi, sistem tourism development itu harus tiga hal yang diperhatikan. Lingkungan, komunitas dan nilai keekonomian. Ketiganya harus seimbang,” lontarnya serius. (endy poerwanto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here