Fobia Naik Pesawat? Coba Tips ini

0
662

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Berpergian dengan pesawat terbang dianggap lebih efektif ketimbang transportasi lainnya yang lebih menghabiskan banyak waktu dan tenaga. Meski menawarkan transportasi yang lebih nyaman dan cepat, bagi sebagian orang pesawat terbang masih menimbulkan banyak ketakutan yang dirasakan.

Dilansir dari laman Star, Selasa (12/07/2016), rasa takut akan terbang merupakan sebuah fobia yang kompleks. Untungnya, ada sebuah sesi psikoterapi yang dapat membantu mereka mengelola rasa takutnya saat mengalami kondisi tersebut.

Latihan mental pada sesi psikoterapi ini biasa disebut dengan sophrology, latihan yang memfokuskan diri pada kontrol tubuh dan pikiran. Dengan menggunakan teknik visualisasi, latihan ini dapat berguna untuk orang-orang dengan rasa takut tersebut. Idealnya, dalam memulai latihan ini diperlukan waktu setidaknya dua bulan sebelum penerbangan dan harus dipersiapkan sepenuhnya.

Berikut adalah beberapa latihan sophrology sederhana yang dapat dilakukan untuk mengelola rasa takut saat akan naik atau berada di pesawat terbang:

01. Belajar tenang

Ketika dihadapkan dengan kecemasan, ketakutan, tubuh harus tetap tenang dari keadaan kewaspadaan yang konstan. Tak sedikit orang, berada dalam pesawat terbang adalah pengalaman membuat hilang kontrol. Hal ini menyebabkan gejala yang disebabkan keadaaan panik atau hypervigilance, rasa seperti jantung berdebar, sesak napas, perasaan tak menentu, telapak tangan berkeringat, gemetar, pusing, dan rasa yang membuat seakan itu mimpi buruk untuk Anda.

02. Bernafas teratur

Memahami bagaimana pesawat bekerja dan mengambil kendali dari pikiran Anda merupakan cara sederhana untuk mengatasi rasa gugup ini. Menurut definisi, rasa takut telah mengakar dalam, karena itu diperlukan bagaimana mengatasi kondisi tubuh. Pada kondisi itu, sophrology mengajarkan orang untuk tetap tenang atau bersantai dan melakukan teknik pernapasan yang dapat mendukung pembebasan emosional serta keadaan pikiran yang lebih tenang. Salah satu latihannya ialah dengan menghirup napas selama empat detik dengan menggunakan teknik pernapasan dalam perut, dan mengeluarkannya selama enam detik. Cara ini dapat dilakukan selama enam kali per menit.

02. Memvisualisasikan setiap tahap perjalanan
Layaknya yang dilakukan oleh atlet papan atas dalam mempersiapkan pertandingan atau perlombaan dari A sampai Z, rasa takut dalam sesi sophrology pun dapat diatasi dengan memvisualisasikan setiap tahap perjalanan yang akan mereka buat. Dari meninggalkan rumah, tiba di bandara dan pemeriksaan, fase kritis saat lepas landas, selama perjalanan, dan saat mendarat. Visualisasi ini membuat anda ‘tenggelam’ pada semua situasi dalam batas-batas ketenangan pikiran dan tubuh Anda sendiri.

03. Mengondisikan fase paling stres

Akar fobia takut terbang bagi setiap orang tentu tidak akan sama, sehingga setiap orang memiliki rasa takut yang berbeda. Kekhawatiran yang paling umum diraakan ialah perihal kecelakaan, karena masalah teknis dan terjatuh, misalnya. Tetapi, beberapa lainnya mungkin takut karena mengalami serangan kepanikan selama penerbangan, ataupun memiliki fobia lain seperti ketinggian.

Karena itu, bagian dari teknik sophrology ini dikatakan dapat membantu pemilik rasa takut itu sedekat mungkin pada penyebab rasa takut, sehingga dapat semakin mengurai hubungan negatif yang dibangun oleh otak. Untuk beberapa tahap paling stres yang diketahui ialah saat akan lepas landas, dan lainnya ialah saat pesawat akan mendarat.

Untuk dapat hasil yang efektif, diperlukan lima sampai sepuluh sesi melakukan hal tersebut. Sesi sophrology ini pun dikatakan merupakan pilihan paling murah dan sederhana, daripada harus ikut kursus rasa takut yang sering disediakan oleh beberapa maskapai penerbangan besar. Selamat Mencoba. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.