Film HOS Tjokroaminoto, Gelorakan Semangat Nasionalisme

0
1958

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Film yang mengangkat kehidupan tokoh pahlawan pergerakan nasional, HOS Tjokroaminoto pada era 1890-1920an akan dirilis pada awal tahun depan. Film drama epik karya sutradara Garin Nugroho ingin menggelorakan kembali semangat nasionalisme sang negarawan.

Apalagi generasi muda saat ini kurang mengenal sosok HOS Tjokroaminoto kendati kontribusinya yang besar dalam memantik semangat kemerdekaan, papar Ketua Yayasan HOS Tjokroaminoto Erik Hidayat dalam rilisnya, Sabtu (29/11/2014)

Selain memperkenalkan sosok sang pahlawan, Yayasan HOS Tjokroaminoto bersama rumah produksi Pic[k]Lock Films juga memperkenalkan para pemeran di balik tokoh-tokoh bersejarah tersebut.

Film ini akan mengangkat kehidupan tokoh pergerakan HOS Tjokroaminoto era 1890-1920an. Garin menyebut, proses syuting film yang akan dimulai pada bulan September ini akan dilakukan di kota-kota bersejarah seperti Ambarawa, Semarang, dan Yogyakarta.

“Kita ingin menghidupkan kembali suasana kota lama Surabaya lengkap dengan trem dan mobil-mobil di masa itu dengan tren berbusana serta tampilan yang serba berkumis,” beber Garin.

Era pasca pemilu, menurutnya, telah menciptakan antusiasme warga terhadap isu kebangsaan. Film yang bakal tayang medio Maret atau April 2015 nanti ini diharapkan dapat menjadi solusi kehausan masyarakat akan asal-usul pergerakan bangsa. Sekaligus menjadi media pembelajaran politik berbangsa yang baik.

Film bergenre sejarah ini akan melibatkan insan perfilman terbaik Indonesia, seperti Reza Rahadian, Maia Estianti, Putri Ayudya, dan Chelsea Islan membuat film ini siap meramaikan jagat perfilman Indonesia.

Juga produser berpengalaman Sabrang Mowo Damar Panuluh, Christine Hakim, Didi Petet, dan Dewi Umaya, “Untuk memperkenalkan sosok HOS Tjokroaminoto yang begitu berat dan besar dengan karakter, jasa dan intelektualnya, pemilihan para crew ini pun dipilih orang-orang dengan kualitas terbaik mulai dari jajaran produser sampai talentnya” ujar Wakil Ketua Yayasan HOS Tjokroaminoto, Erik Hidayat

Mereka juga dinilai berkompeten untuk membangun suasana pada masa era itu dengan latar belakang yang mereka miliki pada dunia perfilman. Pemilihan Retno Ratih Damayanti misalnya sebagai penata busana dan Didin Syamsudin sebagai penata rias, tidak terlepas dari kiprah mereka di layar lebar.

Retno telah menangani kostum hampir disemua proyek film sejarah Indonesia. Sebut saja sejumlah layar lebar garapan Hanung Bramantyo, yang membawanya masuk menjadi nominasi penata busana terbaik lewat film Habibie & Ainun tahun 2012 dan menjadi crew penata busana pada film Soekarno: Indonesia Merdeka (2013) juga dalam beberapa film besar lainnya.

Didin Syamsudin merupakan seorang make up artist sejak jaman mendiang Teguh Karya. Didin juga menjadi penata rias dalam semua film horor yang dibintangi oleh Suzanna sejak tahun 1980. “Kedua insan perfilman tersebut sangat relevan dengan film ini untuk membangun dan memberi gambaran mengenai gaya busana pada tahun tersebut (1890-1921),” tambahnya.

HOS Tjokroaminoto sendiri merupakan sosok yang menggabungkan fashion dari para level kasta untuk menandai kaumnya dan beliau memakainya menjadi satu kesatuan yang digunakan dalam kesehariannya untuk menegaskan kesetaraan dan kemerdekaan berfikir serta bertindak pada zaman kolonial.

Begitu juga dari segi make up, hal ini sangat esensial untuk menciptakan sosok-sosok yang berbeda mulai dari latar belakang dan level ekonomi sampai berbagai suku bangsa dan etnis yang ada di film tersebut.

Film ini telah melakukan proses syuting pada bulan september lalu. Film yang disutradari oleh Garin Nugroho ini mengambil lokasi syuting dibeberapa kota bersejarah seperti Ambarawa, Semarang, dan Yogyakarta bertujuan untuk menghidupkan kembali suasana kota lama Surabaya pada masa itu. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.