Fesyen, Industri Masa Depan Indonesia

0
826
Feysen Indonesia diminati H&M (Foto: http://docplayer.info/)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: PRESIDEN Jokowi didampingi Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, menerima Helena Helmersson dari H&M Global Production, sebuah perusahaan fesyen besar asal Swedia, beserta Duta Besar Swedia untuk Republik Indonesia Johanna Brismar Skoog, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (24/02/2016).

Pertemuan juga dihadiri sejumlah pelaku fesyen asal Indonesia. Pertemuan yang diprakarsai Kantor Staf Kepresidenan dan Kementerian Perdagangan ini didasari atas fakta bahwa industri tekstil di Indonesia memberikan pemasukan kepada negara sebesar Rp13 miliar dollar per tahun. Bahkan, industri fesyen mampu menyerap sekitar 2,7 juta tenaga kerja.

Menteri Perdagangan Thomas Lembong mengatakan, 98% pengadaan oleh H&M di Indonesia bertujuan untuk ekspor. “H&M sudah ada di Indonesia sejak tahun 1996. Sekitar 98 persen dari pengadaan H&M itu bertujuan untuk ekspor,” kata Thomas saat memberikan keterangan pers.

Mendag melanjutkan fesyen merupakan industri masa depan Indonesia karena cocok dengan budaya kreatif di Tanah Air. Dan kedatangan H&M bertemu Presiden Joko Widodo karena H&M bakal melakukan ekspansi di Indonesia. Salah satunya dengan menggandeng desainer Indonesia untuk meluncurkan koleksi batik. “Betul sekali, di samping ekspansi, kita juga mau naik kelas. H&M dan desainer Indonesia akan membangun ekosistem baru di bidang desain, salah satunya batik,” kata Lembong

Lembong menjelaskan peluncuran koleksi batik sejalan dengan bertambahnya kapasitas produksi. H&M berencana mengembangkan jaringan ritel domestik di Tanah Air sehingga pendapatan ekspor di sektor industri tekstil juga akan meningkat. “Mereka kan menyuplai tokonya di Indonesia. Kalau mereka bisa mengembangkan jaringan ritel domestik, mereka juga akan memberikan income yang besar untuk ekspor,” jelas dia.

Karenanya, kehadiran H&M di Indonesia tidak hanya terkait dengan investasi dan ekspansi, namun juga untuk masuk ke aspek nilai tambah yang lebih besar. Bukan hanya persoalan garmen, tapi juga masuk ke desain tekstil khusus dan juga kerja sama dengan desainer atau seniman dari Indonesia. “Karena itu, prakarasa dari Kantor Staf Kepresidenan itu mempertemukan H&M dengan desainer dan seniman Indonesia untuk membangun ekosistem dan suasana industri yang semakin inovatif dan naik kelas,” tutup Lembong.

Helena Helmerson, perwakilan H&M Indonesia mengapresiasi dukungan pemerintah dalam industri fesyen. H&M akan menambah jumlah toko di Indonesia yang saat ini baru 10 outlet.
“Presiden mendukung dan kami akan terus mengekspansi lagi perusahaan dengan menambah jumlah toko,” ungkap Helena.

Diakuinya pertemuan sangat kondusif dan produktif. Baik pemerintah Swedia maupun H&M menyampaikan beberapa masukan untuk mengejar lagi agar sektor fesyen dan garmen lebih maju lagi. (endy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here