Festival Pangan Non Beras 2015 di Minahasa Utara Hadirkan Berbagai Makanan Khas Sulut

0
1448

AIRMADIDI MINAHASA UTARA, test.test.bisniswisata.co.id : JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id. Meski diguyur hujan deras tidak menyurutkan masyarakat Minahasa Utara (Minut) untuk datang ke Lapangan Klabat  menyaksikan Festival Pangan Non Beras.

Festival dibuka dengan penampilan tarian pembukaan, yakni Tari Kenari dan ditandai dengan dipukulnya Teteng Koreng (alat musik khas Minut).

Festival yang disinergikan dengan HUT ke-12 Kabupaten Minahasa Utara dan berlangsung selama tiga hari  pada 19 -22 November 2015 ini merupakan kerjasama Kementerian Pariwisata RI dengan Disbudpar Minahasa Utara (Minut).

“Kami menghadirkan festival ini dengan di dukung penuh oleh Kementerian Pariwisata. Diharapkàn kegiatan festival seperti ini masih ada dua atau tiga lagi kedepannya mengingat antusias masyarakat terutama para pelaku UKM,” ujar Bupati Minahasa Utara Sompie Singal dalam sambutannya pada acara pembukaan Festival Pangan Non Beras di Lapangan Klabat, Airmadidi, Minahasa Utara, Kamis (19/11/15)

Didampingi Bupati Minahasa Utara, Sompie Singal, Francesca Nina Soemitro mengunjungi peserta stan Festivak Pangan Non Beras di Lapangan Klebat, Airmadidi, Minahasa Utara, Kamis (19/11/15). Foto evi
Didampingi Bupati Minahasa Utara, Sompie Singal, Francesca Nina Soemitro mengunjungi peserta stan Festival Pangan Non Beras di Lapangan Klebat, Airmadidi, Minahasa Utara, Kamis (19/11/15). Foto evi

Sebanyak 40 stan menampilkan berbagai jenis olahan non beras dengan beragam bentuk dan penyajian, seperti kue onde-onde singkong dari ubi kayu, isi dibulu dari ubi bakar, kueku dari labu kuning, lemet, dodol kenari, kue pondang, cucur manado, balapis, dan lain sebagainya yang merupakan kue khas dari Sulawesi Utara.

Peserta dari stan DNA Lovers merupakan stan yang tampak meriah dengan sajian pangan non berasnya. Mereka menyajikan kue kelapa pandan, onde-onde sate dari ubi kayu, kue batata wijen, coklat dari tepung kelapa, dll.

Selain stan DNA Lovers, peserta paling muda, yakni Mega Angelita Putri Tulung, siswi SMIP jurusan pariwisata menyajikan cookies gulung berbahan dasar terigu, santan, dan gula yang dibakar.

“Keunikan-keunikan semacam ini tentu bisa menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi calon wisatawan sehingga terdorong untuk berkunjung,” ujar Asisten Deputi Pengembangan Analisa Data Pasar Kementerian Pariwisata RI, Francesca Nina Soemitro dalam sambutannya pada kesempatan yang sama.

Lebih lanjut Nina mengatakan, “Pada 2014 kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sulawesi Utara (Sulut) mencapai kurang lebih 17.000, turun 13% dari tahun 2013. Sementara kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) ke Sulut mencapai 1,8 juta, naik 0,5 %”.

“Diharapkan melalui berbagai kegiatan semacam festival ini, Sulut khususnya Minut juga dapat turut berkontribusi terhadap upaya pencapaian target tahun ini baik target wisman maupun target wisnus,” ungkapnya.

Stan Danny Anggur, salah satu peserta yang menampilkan kue khas Sulut. (Foto. Evi)
Stan Danny Anggur, salah satu peserta yang menampilkan kue khas Sulut. (Foto. Evi)

Target kunjungan wisman tahun 2015 ke Indonesia 10 juta dan wisnus 225 juta dengan target pengeluaran masing-masing 1.100 US $ dan Rp852 ribu per kunjungan per orang.

Menurutnya festival ini selain berkontribusi terhadap target wisman dan wisnus, juga dapat memicu semangat seluruh masyarakat Minut untuk semakin mencintai budaya sendiri khususnya dibidang kuliner.

Selain itu festival yang baru pertama kali diselenggarakan dan dihadiri Kadisbudpar Minahasa Utara, asosiasi, dan pelaku wisata ini mampu mendorong pemda untuk berkomitmen mengembangkam potensi wisata kuliner di daerahnya. (evi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here