Festival Kuliner Tunjungan Dibatalkan

0
497
Rawon Surabaya (Foto: Republika.co.id)

SURABAYA, bisniswisata.co.id: Pemerintah Kota Surabaya membatalkan Festival Kuliner Tunjungan yang rencananya diselenggarakan di jalan Tunjungan, Selasa (6/12) mendatang atas pertimbangan cuaca yang kurang mendukung. Festival Kuliner Tunjungan pada awalnya akan digelar sebagai sarana refreshing warga kota. Acara tersebut juga digelar untuk menyambut para peserta forum East Asia Summit yang datang dari 18 negara Asia Timur.

“Melihat cuaca akhir-akhir ini tidak bersahabat dan cenderung sering hujan disertai angin kencang, Pemkot Surabaya memutuskan untuk membatalkan acara Festival Kuliner Tunjungan,” ungkap Kabag Humas Pemkot Surabaya M. Fikser, di Surabaya, Senin (05/12/2016).

Dilanjutkan, festival kuliner yang menghadirkan kuliner khas Surabaya seperti Rujak Uleg, Semanggi, Lontong Balap, Lontong Kupang, Tahu Campur dan lainnya dikonsep secara outdoor atau digelar di halaman terbuka. “Setelah melalui berbagai pertimbangan, pemkot memutuskan membatalkan agenda tersebut. Intinya, kami tidak ingin para pengunjung nantinya justru merasa kurang nyaman dengan kondisi cuaca yang kurang bersahabat,” ujarnya.

Selain itu, anjut dia, penyelenggaraan Festival Kuliner Tunjungan pada hari kerja juga menjadi pertimbangan tersendiri bagi Pemkot Surabaya. Pemkot Surabaya memahami kondisi lalu lintas pada hari kerja sangat padat. “Jadi faktor cuaca ditambah kondisi lalu lintas pada hari kerja menjadi bahan pertimbangan utama bagi pemkot untuk mengambil keputusan pembatalan ini,” katanya.

Fikser menyampaikan permohonan maaf kepada warga Surabaya atas pembatalan ini. “Agenda serupa akan dilaksanakan saat kondisi cuaca lebih bersahabat,” lanjutnya,

Festival kuliner digelar kedua kalinya pada 2016, diprediksi menarik. Selain menikmati kuliner tradisional Surabaya, para pengunjung juga bisa menikmati hiburan iringan musik patrol dan keroncong di pangung yang bertempat di depan pertigaan Jalan Genteng Besar.

Festival tersebut akan menghadirkan sekitar 20 item makanan khas Surabaya dan Jatim di antaranya seperti rujak cingur, lontong balap, tahun campur, lontong kikil, lontong kupang, gado-gado, semanggi Surabaya, soto, rawon, mie kluntung, jajan pasar, pecel, ayam bakar, bebek goreng/ bebek songkem, serabi, rangin, bubur, dawet, ketan durian, dan tahu tek.Ada sekitar 140 peserta yang ikut dalam festival ini. Harga makanan yang ditawarkan beragam sekitar Rp15.000 an bahkan ada yang mulai Rp5.000.

Sayang cuaca yang tak bersahabat menguncang kota Pahlawan ini, membatalkan festival kuliner bertujuan mulia selain melestarikan kuliner khas Surabaya, juga meningkatkan kunjungan wisatawan kuliner.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surabaya mencatat tingkat kunjungan wisman ke Surabaya meningkat dari tahun ke tahun sejalan dengan semakin banyaknya titik-titik destinasi wisata di Surabaya. Hingga November 2016 sudah mencapai 564.000 wisatawan asing. Kunjungan wisman tidak hanya melewati bandara tapi juga mulai banyak melalui kapal pesiar yang bersandar ke Pelabuhan Perak. (*/NDY)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.