Februari 2019, Bandara Singkawang Dibangun

0
593
ilustrasi bandara

PONTIANAK, bisniswisata.co.id: Wali Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Tjhai Chui Mie yakin pembangunan bandara baru di Kelurahan Pangmilang, Kecamatan Singkawang Selatan, akan dimulai pada Februari 2019.

“Kami sudah menyerahkan dokumen laporan hasil pelaksanaan pengadaan tanah bandar udara baru kepada Menteri Perhubungan (Budi Karya Sumadi) di Jakarta, Kamis kemarin,” kata Tjhai Chui di Singkawang, Senin, 3 Desember 2018.

Proses pengadaan lahan 106 hektare sudah diserahkan ke Menteri Perhubungan RI. Selain itu juga, kedatangannya ke Jakarta guna meminta kepastian waktu dari Menteri Perhubungan kapan pembangunan bandar udara baru Kota Singkawang dimulai. “Kami bersyukur, beliau bersedia datang untuk ikut melakukan peletakan batu pertama dimulainya pembangunan bandara pada Februari 2019,” ujarnya.

Tjhai berterima kasih kepada pemerintah pusat karena pembangunan bandar udara baru Kota Singkawang ikut dianggarkan pusat sebesar Rp 10-20 miliar. Dana itu dipergunakan untuk pembangunan land clearing bandara. Sedangkan APBD Singkawang dibebani untuk membangun jalan masuk menuju bandara serta sarana dan prasarana yang menyangkut dengan bandara. Tjhai lupa nilainya, tapi semua sudah dianggarkan dalam APBD 2019.

Untuk memuluskan rencana pembangunan bandara di Kota Singkawang, Tjhai akan menggelar pertemuan lanjutan dengan Menteri Perhubungan dan beberapa calon investor. Dalam pertemuan itu, para calon investor bisa mengetahui sedetailnya mengenai proses kerjasamanya seperti apa.

“Saya rasa Bapak Menteri juga punya pengalaman mengenai bandara di daerah lain, di mana pembangunannya tidak hanya semata-mata menggunakan APBD dan APBN saja. Tentu ada kerja sama dengan pihak ketiga, jadi ini yang sangat kita harapkan,” ungkapnya.

Secara terpisah, Mantan Wali Kota Singkawang, Awang Ishak menginginkan rencana pembangunan bandara di Kota Singkawang terus berlanjut pada masa kepemimpinan Tjhai. “Siapapun yang jadi Wali Kota Singkawang rencana pembangunan bandara tidak boleh putus tapi harus berkesinambungan,” katanya.

Alasan kuat mengapa bandara Singkawang harus jadi, kata Awang, karena sebanyak 35 ribu orang Singkawang, Bengkayang dan Sambas ada di Taiwan. Kemudian, 20 ribuan orang Singkawang, Bengkayang dan Sambas pula ada di Pulau Jawa. Alasan lainnya, posisi antara Pelabuhan Kijing dengan Bandara Singkawang merupakan lokasi yang strategis untuk Indonesia bagian barat.

“Jadi Mempawah dengan Singkawang adalah jantungnya Indonesia bagian barat, kepada Gubernur Kalbar buka kawasan industri di antara kedua wilayah ini,” ujarnya seperti dilansir laman Antara. (EP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here