Etihad Alami Turbulensi di Bandara Soetta, 31 Penumpang Cedera

0
794
Etihad tipe Airbus A330-200

TANGERANG, test.test.bisniswisata.co.id: Maskapai Etihad Airways mendadak terjadi guncangan atau mengalami turbulensi selama 30 – 45 menit di udara, sebelum mendarat di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (4/5/2016).

Pesawat Uni Emirat Arab dengan nomor penerbangan EY474, yang berangkat dari Abu Dhabi tujuan Jakarta dengan membawa rombongan umroh. Kondisi saat itu sebelum turbulensi, banyak penumpang santai usai makan.

Pramugari juga sedang hilir mudik mengambil sampah makanan penumpang. Koordinator rombongan pun tengah mengecek rombongan umrah mereka. Tiba-tiba, terjadi guncangan naik turun sehingga penumpang yang kebanyakan tidak mengenakan sabuk pengaman langsung terpental serta terbanting.

Guncangan itu terjadi selama lima sampai sepuluh menit. Setelah pesawat tipe airbus A330-200 kembali stabil, pilot melanjutkan perjalanan hingga akhirnya dapat mendarat dengan selamat.

Sebagian besar jemaah umrah mengalami syok seusai kejadian. Dan 31 penumpang dilaporkan cedera berat, termasuk sembilan di antaranya dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

Jumlah itu ni belum ditambah 21 penumpang lainnya yang mengalami luka ringan yang kemudian dirawat di bandara. Turbulensi parah tersebut juga membuat bagian kabin rusak parah.

Tidak dijelaskan sejauh mana luka yang dialami penumpang-penumpang tersebut. Pejabat maskapai sejauh ini belum menanggapi pertanyaan tentang jenis pesawat atau jumlah penumpang yang diangkut dalam penerbangan ke Jakarta tersebut.

Haerul Anwar, juru bicara Bandara Soekarno Hatta mengatakan ada sembilan penumpang mengalami cedera parah. “Para petugas bandara dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Indonesia sedang melakukan pemeriksaan pesawat.

Edi Suryono, salah seorang dokter di Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Soekarno-Hatta, memeriksa kondisi penumpang Etihad. Diagnosis sementara, beberapa penumpang mengalami luka serius di badan bagian belakang.

“Banyak kena patah tulang belakang, dada sesak, terus di bagian kepala ada memar. Kebanyakan jemaah di kursi belakang yang kena,” kata Edi seperti dikutip laman Kompas.com.

Data sementara yang didapat Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Soekarno-Hatta, ada 18 penumpang yang dirawat sementara. “Kalau yang lumayan parah ada tiga jemaah, kena di tulang belakangnya,” tutur Edi.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan sejumlah rumah sakit untuk merujuk para jemaah korban turbulensi pesawat. Rencananya, mereka akan dirujuk ke Rumah Sakit Sitanala yang jaraknya tidak terlampau jauh dari Bandara Soekarno-Hatta. (*/end)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.