Enam Pokdarwis Masuk Finalis Kelompok Sadar Wisata

0
1572
Angota Kelompok Sadar Wisata Jateng

TORAJA UTARA, test.test.bisniswisata.co.id: Sebanyak enam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dari lima provinsi masuk sebagai finalis Penghargaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tingkat Nasional 2014, kata Oneng Setiaharini, Direktur Pemberdayaan Masyarakat, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Enam Pokdarwis tersebut masing-masing Lestari dan Gubuk Klakah dari Provinsi Jawa Timur, Lila Santhi dari Bali, LA Adventure dari Sumatra Barat, Pokdarwis Eko Kabo Jaya dari Kalimantan Timur dan Pokdarwis Kauman dari Solo, Jawa Tengah. Mereka menyisihkan 53 Pokdarwis dari 19 provinsi di tanah air yang mengikuti kompetisi ini,” kata Oneng, Sabtu (25/10/2014).

Enam finalis diundang ke Toraja yang menjadi tuan rumah Gerakan Nasional Sadar Wisata ( GWSN) dan Aksi Sapta Pesona sambil melaksanakan proses penilaian akhir di hadapan para juri yang terdiri dari pemerhati, akademisi, praktisi dan juri dari perwakilan media nasional.

“Juri dipimpin oleh Titien Soekarya, pemerhati pariwisata, wakilnya Maharnani mewakili unsur pemerintah Yusuf Sudadi, pelaku dari industri perjalanan wisata, Rachmat Syam, mewakili akademisi dari Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung dan Hilda Sabri Sulistyo, pimpinan portal berita wisata utama, www.test.test.bisniswisata.co.id mewakili unsur media,” ungkap Oneng Setiaharini.

“Tahun 2013 ini kami menyelenggarakan Lomba Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) ke dua dengan tim juri yang berasal dari kalangan pemerintah, akademisi, pemerhati dan praktisi pariwisata serta dari kalangan media,” ungkapnya.

Menurut Oneng, tujuan lomba untuk merangsang Pokdarwis di berbagai daerah tujuan wisata secara aktif melakukan fungsinya sebagai pendorong masyarakat dalam mewujudkan Sapta Pesona.

Sapta Pesona, ujarnya, merupakan nilai-nilai yang harus diterapkan sebagai tuan rumah yang baik dalam menjaring kunjungan wisatawan dalam dan luar negri ke suatu daerah. Nilai-nilai itu adalah Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah tamah dan Kenangan.

“Pariwisata terbukti mengangkat kehidupan masyarakat dan perekonomian daerah karena kedatangan turis langsung memberikan dampak kesejahteraan masyarakat karena selama tinggal di suatu daerah, para wisatawan itu membutuhkan makan, minum, akomodasi, transportasi dan jasa lainnya yang disediakan oleh masyarakat,” kata Oneng.

Bekerjasama dengan Kadisparda Toraja Utara, Innosentius Rantesapan, Rabu 22 Oktober dilangsungkan gerakan aksi bersih bersama para pelajar di Kete Kesu untuk mengedukasi generasi muda dan masyarakat di Toraja yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KPSN) mengenai pentingnya penerapan Sapta Pesona.

Masyarakat yang sadar wisata nantinya akan dapat memahami dan mengaktulisasikan nilai-nilai penting yang terkandung dalam Sapta Pesona. Aktualisasi nilai-nilai tersebut menjadi perilaku sehari-hari dalam melayani wisatan sehingga menjadi pendukung tumbuhnya iklim untuk menjiwai nilai-nilai kearifan lokal.

Gerakan Nasional Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona selain melibatkan para pelajar juga para peserta kompetisi pokdawis dari lima provinsi yang datang dengan total pendamping sekitar 100 orang termasuk perwakilan sembilan media nasional.

Para peserta GWSN dan kompetisi Penghargaan Sadar Wisata 2014 pada hari pertama di Toraja Utara selain melaksanakan aksi bersih juga mengikuti proses penilaian akhir dengan berkunjung ke Goa Londa, kuburan unik di bukit batu yang dikelola oleh keluarga-keluarga besar di Tana Toraja dikaitkan dengan penerapan Sapta Pesona. ([email protected])

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.