Empat Tari Kreasi Baru bikin Kagum Pengunjung ITB Berlin

0
3476
Tari Legong Kipas (Foto: http://ayomenari.com)

BERLIN, test.test.bisniswisata.co.id: EMPAT jenis tari kreasi baru bertema Nusantara, membuat decak kagum audience Pameran pariwisata terbesar dunia, ITB Berlin 2016. Dua laki-laki dan tiga perempuan asli Jawa Tengah tergabung Kelompok Solo Dance Studio, Jawa Trail, tampil ekspresif dengan gaya tari yang rancak dinamis.

Keempat tari kreasi baru gubahan Eko Pece Supriyanto adalah Tari Gondang Batak, Tari Tapak Sayap Berjapin, Tari Legong Kipas dan Tari Tregel Banyumasan. Tarian ini diiringi
musik tradisional Gondang Tapanuli, kombinasi fluit dan gendang khas Batak itu ditabuh dengan ritme cepat.

Kelima penari Putri Pramesti, Wirastuti, Astri Kusuma, Danang Cahyo dan Hafid Ponx menapak di atas panggung dengan gerakan khas wayang golek yang kaku-kaku lucu. Ratusan orang yang menyaksikan sambil merekam dengan kamera HP-nya, terkadang ikut menggerakkan kepala, leher, pinggul, kaki dan tangannya.

Mereka seperti terhipnotis mengikuti sang penari, yang semuanya lulusan S-2 ISI Surakarta. “Tari Gondang Batak memang kolaborasi antara vokabuler tari tradisi Jawa dengan music Batak. Ini tarian khusus selamat datang, ditampilkan biasanya di awal pertunjukan untuk memberi suasana ceria dan jenaka,” kata penari Putri Pramesti, yang lulus S-2 tahun 2014.

Menggunakan kostum Jawa bersarung batik, nampak dipuji, bikin kagum para bule dari Jerman dan negara Eropa lainnya. “Tari ini juga pernah ditampilkan di Dance Box Festival di Osaka Jepang, 2006. Durasinya sebenarnya bisa 9-10 menit, tapi di Berlin hanya dimainkan 5 menit saja,” tambah Danang, Asisten Dosen Koreografi ISI Solo.

Beda lagi tarian Tapak Sayap Berjapin Melayu, yang sama-sama ciptaan Eko Pece. Tari ini sangat Melayu, dengan music yang khas. “Tarian ini pernah menjadi juara favourite di Festival Tari Tradisi Melayu 2009 di Palembang. Koreografernya saat itu Faturrahman Bin Said, orang Singapore. Kami mewakili Jawa Tengah,” jelas Putri yang jurusan Pengkajian Seni

Tapak Sayap juga pernah tampil di SIPA –Solo International Performing Art 2010 di Pura Mangkunegaran. Lalu ditampilkan lagi di Solo 24 Jam Non Stop Menari 2012.
Tarian yang betul-betul baru ditampilkan di ITB Berlin ini adalah Legong Kipas, yang terinspirasi dari Tarian Legong dan Tari Baris. Sama-sama etnik Bali. “Kami sudah tampil saat press conference di ITB Berlin,” ujar Hafid Ponx, yang lahir hari pasaran Pon tanggal 10 itu.

Tari Tregel Banyumas, baru dikeluarkan 13 Maret 2016, di Hari Minggu yang ramai pengunjung umum. Tarian ini lebih dinamis, lebih rancak, lebih ceria. Tarian berpasangan, muda-mudi, dan penuh atraktif. Tarian ini juga tergolong paling komunikatif. “Jadi nanti mengajak penonton untuk ikut menari,” sebut Astri Kusuma, istri Eko Pece yang juga ikut menari itu. (*/e)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.