Empat Designer Sajikan Fashion Budaya Indonesia di Senegal

0
530
Fashion show budaya Indonesia - Ilustrasi (Foto _republika.co.id/)

SENEGAL, Bisniswisata.co.id: Fashion rancangan empat desainer Indonesia kembali mendapat apresiasi positif dan pengakuan dari masyarakat di Afrika. Ini terjadi saat acara Resepsi Diplomatik Peringatan HUT RI ke-72 yang dibarengi dengan penyelenggaraan Pagelaran Fashion Busana oleh KBRI Dakar.

Lebih kurang 300 tamu undangan perwakilan dari berbagai negara menghadiri acara yang digelar pada 14 November 2017 lalu di King Fahd Palace, salah satu hotel ternama di Senegal. Acara yang mengangkat tema “Nusantara Fashion and Culture Show” ini menggabungkan antara fashion dengan budaya Indonesia.

Karya yang ditampilkan berupa busana rancangan Nita Seno Adji, Rudi Chandra, Defrico Audy, dan Malik Moestaram yang diperagakan oleh para model profesional binaan Amina Badiane, Ketua Komite Miss Senegal.

Melalui tangan-tangan berbakat para desainer, Batik dihadirkan dalam gaya kontemporer dan tetap stylish untuk memunculkan kesan bahwa batik dan kain Indonesia lainnya tidak hanya digunakan dalam konteks busana tradisional, namun juga untuk busana modern.

Kepiawaian desainer Indonesia dalam rancangannya dan keindahan kain Batik Indonesia berhasil memukau ratusan tamu yang hadir. Desainer Nita Seno Adji memilih tema rancangannya “the Rainbow of Asia and Africa” yang merefleksikan hubungan persahabatan antara Indonesia dan Senegal.

Desainer Nita mencoba untuk mengeksplor warna dan kehidupan orang Senegal dengan menitikberatkan pada pola klasik Batik Indonesia dipadukan dengan Tenun Bali dan Sarung sutra Makassar.

Desainer Rudy Chandra mengambil tema “Enchanting East Indonesia” yang memadukan antara pewarna alami dengan Tenun dari Sabu, NTT. Koleksi yang ditampilkan menggambarkan keindahan tekstil tradisional dari wilayah timur Indonesia.

Desainer Defrico Audy mengangkat tema “Sumba in My Mind” yang memilih Tenun dari Sumba, NTT. Defrico mempersembahkan rancangan busana yang elegan, modern dan fashionable bagi warga Senegal.

Desainer Malik Moestaram memilih tema “the Stunning Beauty of Solo” yang menampilkan gaun Batik kontemporer dari Solo untuk busana-busana yang khusus digunakan untuk acara-acara pesta. Kupu-kupu dan daun menjadi pola utama dari gaun Batik ini.

Dubes RI Dakar, Mansyur Pangeran, dalam keterangan persnya mengatakan, “KBRI sengaja mendatangkan empat desainer kondang Indonesia tersebut untuk mempopulerkan Batik Indonesia di Senegal. Tahun lalu kita membuat acara yang sama namun kali ini kita adakan lebih megah dan lebih menarik dengan menampilkan busana-busana Batik dan tenun yang beraneka corak dan warna,” ujar Dubes Mansyur.

Selaras dengan informasi yang dirilis oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2016 ekonomi Indonesia didominasi oleh tiga subsektor ekonomi kreatif, dua diantaranya kuliner (41,69%) dan fashion (18,15%). Oleh karena itu, kami mencoba mensinergikan antara fashion dengan prioritas utama diplomasi RI yaitu diplomasi ekonomi.

“Saya sebut ini sebagai fashion diplomacy, disini kita mencoba untuk menggunakan channel-channel diplomatik untuk menghubungkan antara desainer Indonesia dengan para pemerhati fesyen dan buyers, majalah fesyen dan rumah mode,” papar Dubes Mansyur dalam keterangan tertulis seperti dilansir laman Kemlu.go.id, Sabtu (18/11/2017).

Dubes Mansyur Pangeran dalam pidatonya menyampaikan bahwa realitas hubungan bilateral antara Indonesia dan Senegal diwujudkan dengan adanya saling kunjung pejabat senior dari Senegal ke Indonesia dan sebaliknya. Fashion batik dan tenun Indonesia karya empat designer tersebut nanti akan kembali diperagakan oleh para finalis Miss Senegal 2017 di ajang Grand Final Miss. (*/RLS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.