Eksploitasi Model Muda, Valentino Dicibir

0
704

PRANCIS, test.test.bisniswisata.co.id: PERGELARAN busana Valentino di panggung Paris Fashion Week pekan lalu membuat para penontonnya mengernyitkan dahi hingga dicibir. Seorang model yang terlihat masih sangat muda berjalan di runway dengan menggunakan busana yang memperlihatkan bagian dadanya.

Dilansir dari The Sun, Sabtu (12/03/2016) model yang tampil dengan rambut ekor kuda itu menggunakan gaun berbahan menerawang dengan hiasan sequin. Busana yang ia kenakan membuat dada sebelah kanannya terekspos.

Ada dua hal yang dinilai kurang pantas oleh penonton. Pertama terkait usia model yang terlihat memiliki wajah yang masih sangat muda dan yang kedua, dadanya yang terlihat jelas. Atas dua hal itu, Valentino dikecam karena dianggap mengeksploitasi model muda.

Soal batas usia model termuda dalam panggung fesyen memang masih menjadi perdebatan. Tidak semua negara memiliki batasan umur yang sama.

Di Perancis sendiri, Chambre Syndicale yang menggelar acara Paris Fashion Week telah menetapkan batas usia termuda untuk seorang model adalah 16 tahun.

Di Amerika Serikat, New York mengesahkan undang-undang yang melarang model runway dibawah usia 18 tahun. Hal tersebut guna menghindari eksploitasi model berusia 14-16 tahun di dunia mode.

Di Eropa dan Amerika Serikat, sebelumnya banyak model muda yang sudah bekerja di runway. Alasannya para desainer lebih senang menggunakan model berbodi ‘kutilang’ alias kurus, tinggi dan langsing. Model-model muda juga punya dada yang belum berkembang sempurna sehingga lebih mudah disesuaikan dengan berbagai macam model busana.

Carole White pendiri London’s Premier Model Management mengatakan, “Para desainer ingin yang model bertubuh ‘lurus’, yang artinya ada lekukan payudara.”

Ia juga menyebut bahwa model-model kurus yang masuk kriteria rumah mode, umumnya masih memiliki umur yang masih sangat muda.

Di sisi lain, konsultan gaya Nick Ede sebelumnya pernah mengatakan bahwa ‘ketelanjangan’ adalah salah satu yang seharusnya sudah diperhitungkan sebelumnya oleh para model. “Seorang model dengan dada terlihat di runway bukanlah sesuatu yang mengherankan di dunia model,” ujar Ede.

“Hal itu hanya terjadi begitu saja dan tidak dilihat sebagai pornografi. Model juga selalu ditanya apakah mereka merasa nyaman dengan pakaian mereka, terlepas dari apakah orang-orang memiliki masalah dengan pakaiannya. Saya pikir tidak perlu ada peraturan khusus soal dada yang terekspos.” sambungnya. (*/C)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.