Ekonomi Lesu, Pariwisata Seharusnya Jadi Pendulang Devisa

0
668

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Ekonomi Indonesia kini mengalami kelesuan. Ekspor Indonesia turun akibat lemahnya perdagangan dunia, nilai rupiah makin anjlok. Seharusnya pariwisata berpeluang menjadi andalan Indonesia untuk mendulang devisa negara. Langkah pemerintah menggenjot pembangunan industri pariwisata Indonesia merupakan langkah strategi yang tepat.

“Upaya menggenjot pembangunan pariwisata untuk mendulang devisa merupakan pemikiran yang strategis dan memandang jauh ke depan. Ini yang seharusnya ditangani dengan serius, perlu langkah terobosan baru untuk menggaet wisatawan asing agar datang ke Indonesia,” lontar Herdi Sahrasad, pengamat ekonomi politik kepada wartawan di Jakarta, Selasa (25/08/2015).

Dosen Universitas Paramadina melanjutkan Indonesia mematok target kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 10 juta orang sepanjang 2015, dengan perolehan devisa USD 10 miliar. “Ini merupakan angka yang masuk akal. Hanya saja tentu saja perlu langkah-langkah konkret yang lebih serius di bidang pariwisata,” harapnya.

Menurut Herdi, di tengah turunnya ekspor Indonesia baik migas maupun non migas, sementara upaya menaikkan pendapatan pajak sangat riskan di tengah penderitaan ekonomi yang diderita rakyat, pariwisata jelas-jelas sector yang menjanjikan. “Jadi tepat kalau pemerintah menggenjot pendapatan dari sector ini, antara lain dengan mengupayakan lebih banyak lagi negara-negara yang dibebaskan dari visa,” kata Herdi.

Beberapa hari lalu Badan Pusat Statistik mengumumkan ekspor Indonesia tercatat sebesar USD 11,41 miliar pada Juli 2015. Angka itu turun sebesar 15,53 persen dibanding ekspor bulan sebelumnya, serta turun 19,23 persen ketimbang ekspor pada bulan yang sama tahun lalu.

Penurunan tersebut terjadi di dua jenis ekspor andalan Indonesia, yakni migas dan non-migas. Ekspor nonmigas hanya mencapai USD 9,99 miliar, atau turun 17,23 persen dibandingkan bulan sebelumnya, atau turun 14,11 persen dibanding bulan yang sama pada 2014. Sementara ekspor nonmigas hanya mencapai USD 78,37 miliar atau turun 7,55 persen. Penurunan tersebut sudah terasa sejak beberapa bulan sebelumnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli menyatakan, pariwisata merupakan sektor yang paling potensial mendatangkan devisa dan paling mudah menciptakan lapangan kerja. Kebutuhan investasinya pun, kata Rizal, hanya US$ 3 ribu per orang, jauh lebih rendah dari investasi di industri padat modal yang memerlukan US$ 100 ribu per orang.

“Kalau sektor pariwisata tumbuh, maka industri perhubungan, kerajinan dan industri kreatif bakal tumbuh. Pariwisata itu adalah sektor yang bisa menjadi sumber devisa, dan pada suatu saat nanti terbesar di Tanah Air,” kata Rizal.

Dalam lima tahun ke depan pemerintah menetapkan target kunjungan 20 juta wisatawan asing, dengan target pemasukan devisa Rp 260 triliun. Sepanjang 2014 sektor pariwisata menyumbang devisa sebesar US$ 10,69 miliar atau setara dengan Rp 136 triliun. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.