EgyptAir Rute Paris-Kairo Hilang

0
711

KAIRO, test.test.bisniswisata.co.id: EgyptAir, maskapai penerbangan nasional Mesir dinyatakan hilang dari radar, saat perjalanan dari Paris menuju Kairo, Kamis (19/5/2016). Pesawat jenus Airbus A320 dengan nomor penerbangan MS804, membawa 59 penumpang, termasuk 1 anak dan 2 bayi dan 10 kru, termasuk 3 personel keamanan EgyptAir. Hingga kini masih dalam pencarian tim SAR dan belum ditemukan tanda-tanda keberadaanya.

“Informasi yang diterima EgyptAir menyebut penerbangan MS804, yang meninggalkan Paris pada pukul 23.09, menuju Kairo hilang dari pantauan radar,” demikian tulis manajemen EgyptAir maskapai lewat akun Twitter-nya.

Pesawat lepas landas dari Bandara Internasional Charles de Gaulle pada Rabu (18/5/2016) malam waktu setempat, dan dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Kairo, Mesir, pada Kamis pagi.Namun, nasib pesawat itu kini belum jelas setelah hilang dari pantauan radar saat menjelajah di ketinggian 37.000 kaki atau lebih dari 11.300 meter di atas permukaan laut, wilayah Mediterania bagian timur atau sekitar 16 kilometer dari wilayah udara Mesir.

Manajemen EgyptAir menyebutkan dalam bahasa Arab bahwa pesawat itu hilang kontak pada pukul 02.45 waktu Kairo atau sekitar pukul 07.45 WIB saat pesawat itu memasuki wilayah udara Mesir di ketinggian 11.000 meter. Sementara lewat kicauan berbahasa Inggris, manajemen EgyptAir menyatakan sudah mengerahkan tim pencari ke sekitar lokasi hilangnya pesawat itu.

EgyptAir mencatat pilot pesawat yang mengalami musibah ini, memiliki 6.275 jam terbang termasuk 2.101 jam terbang Airbus 320. Adapun co-pilot memiliki 2.766 jam terbang.

Pejabat dari maskapai dan penerbangan sipil Mesir mengatakan EgyptAir yang hilang diperkirakan jatuh ke laut, demikian lansir Reuters. Kantor berita Mesir, Ahram, melaporkan sebelumnya terdapat panggilan darurat dari pesawat dan kontak terakhir dengan pilot sekitar 10 menit sebelum pesawat itu menghilang dari radar.

Sejumlah regu SAR kini diterjunkan ke wilayah hilangnya pesawat. Operasi SAR dikoordinasikan dengan pemerintah Yunani. Bahkan kini, tim khusus Angkatan Bersenjata Mesir tengah berada di lokasi untuk upaya pemeriksaan dan penyelamatan pesawat yang dibuat pada tahun 2003 itu. EgyptAir juga membagikan nomor bebas pulsa bagi kerabat dan keluarga penumpang.

Mengutip Guardian, EgyptAir mengungkapkan 30 orang yang berada di dalam pesawat merupakan warga negara Mesir. Sementara, sebanyak 15 orang merupakan warga Prancis dan dua orang warga negara Irak. Dari seluruh penumpang, baru 56 orang yang diumumkan kewarganegaraannya, sedangkan sisanya belum diketahui. Sejauh ini, belum ada informasi mengenai adanya warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi penumpang pesawat tersebut.

Hingga saat ini, penyebab hilangnya pesawat belum diketahui. Namun, wakil pimpinan Egyptair Ahmed Abdel mengatakan pesawat tersebut tidak membawa muatan khusus, dan tidak ada kerusakan yang dilaporkan baik saat tinggal landas dari Paris maupun selama penerbangan.

Berikut daftar kewarganegaraan penumpang pesawat EgyptAir yang hilang: 15 WN Prancis, 30 WN Mesir, 2 Warga Negara Irak, sementara yang 1 orang dari Inggris, Belgia, Kuwait, Arab Saudi, Sudan, Chad, Portugal, Aljazair dan Kanada.

Insiden hilangnya EgyptAir ini, berlangsung dua bulan setelah pesawat EgyptAir dibajak seorang penumpang yang mengenakan ikat pinggang bom bunuh diri. Pesawat dibajak pada 29 Maret 2016, ketika pesawat melakukan penerbangan dari Iskandariyah, Mesir, ke ibu kota Kairo. Pesawat kemudian dialihkan ke Siprus. Drama pembajakan itu berakhir ketika diketahui Seif al-Din Mustafa, sang tersangka pembajak, menggunakan ikat pinggang bunuh diri palsu. (*/EN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.