Dubes Paraguay Cesar Esteban Grillon Conigliaro rajin sosialisasi ke kampus soal pemanfaatan SKA Laut

0
1213
Pulau Cubadak Sumatera Barat

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Kecintaan pada keindahan dan sumber daya alam Indonesia membuat Duta Besar Paraguay untuk Indonesia dan ASEAN, Cesar Esteban Grillon Conigliaro, mendapatkan ‘panggilan’ untuk membangunkan mindset anak muda di Indonesia agar fokus pada kekayaan maritimnya.

“Saya Januari lalu di undang untuk memberikan kuliah umum di Sekolah Tinggi Perikanan di bawah Kementrian Kelautan dan Perikanan ( KKP). Jadi kepada mahasiswa di sana saya tinggal membukakan pikiran, mendorong mereka untuk total action dari seruan Presiden Jokowi agar masyarakat berpaling ke laut. Mindsetnya bukan hanya pembangunan di darat tetapi saatnya menggarap potensi laut termasuk pariwisata tentunya,” ujarnya, hari ini.

Dubes Paraguay yang September 2013 lalu ber hijrah ke agama Islam karena hidayah dari Allah mengatakan dia merasa terpanggil untuk berkontribusi bagi pengembangan maritim di Indonesia. “Saya seratus persen setuju dengan kebijakan Presiden Jokowi bahwa Indonesia akan menjadi poros maritim dunia,” tandas penggemar travelling, catur dan baca buku ini.

Cesar yang mengaku mendapatkan hidayah dari Allah untuk mencintai Indonesia ini didorong oleh kesadaran dari dirinya sendiri setelah meyaksikan kehidupan umat Islam di Indonesia. Hidayah itu, katanya, juga ditunjukkan Allah melalui jodoh yang dia dapatkan, yakni seorang muslimah Indonesia bernama Yuli Setyohadi asal Bandung.

Pria kelahiran Asuncion, Paraguay pada 1957 ini mengatakan sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki Sumber Kekayaan Alam (SKA) laut yang sangat potensial untuk dapat diberdayakan dan dapat digunakan sebagai salah satu modal dasar pembangunan nasional.

cesar paraguay

Repro: You Tube.com

Secara geografis, letak negaranya saja pada posisi strategis dengan posisi silang di antara dua benua, Benua Australia dan Benua Asia serta berada diantara dua samudera, Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. “Nah keunggulan komperatif Indonesia sangat banyak dengan berlimpahnya sumber cekungan-cekungan minyak, gas maupun mineral lainnya. Saat kuliah umum saya bangunkan mindset para mahasiswa dengan potensi sumber daya terbarukan (Renewable Resources) dan potensi sumber daya tidak pulih atau tidak terbarukan (Non Renewable Resources),” ungkap Cesar Esteban.

Cesar menyampaikan bahwa Paraguay merupakan salah satu negara pengekspor energi terbesar dengan memanfaatkan potensi sumber daya kelautan terbarukan dan RI seharusnya mampu menjadi negara penghasil energi berbasis sumberdaya laut, mengingat begitu besar potensi sumber kekayaan alam Laut yang dimiliki oleh bangsa ini.

“Itulah sebabnya saya merasa terpanggil untuk melakukan sosialisasi terkait Maritime Renewable Energy ini dikalangan mahasiswa diberbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia, mengingat bahwa mahasiswa merupakan generasi penerus bangsa yang harus melakukan perubahan di negara tercinta ini,” tegasnya.

Menyinggung soal pariwisata, dia juga mengajak masyarakat Indonesia berwisata di negerinya sendiri karena dia sudah melewatkan liburan ke Raja Ampat, Wakatobi dan daerah-daerah wisata di Indonesia Timur yang terkenal dengan keindahan taman lautnya.

“Barangkali kalau para mahasiswa di dorong untuk melakukan aktivitas diving, menyelam, surving ke taman-taman laut di Indonesia mereka akan paham betul mengapa harus berpaling ke laut,” ungkapnya menutup obrolan singkat. (hildasabri@yahoo.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.