DPR: Wisata Mangrove Brebes Bisa Dikembangkan Seperti Phuket

0
842
Wisata Mangrove Brebes Jawa Tengah (Foto: http://cbmnews.net/)

BREBES, bisniswisata.co.id: Ketua Tim Kunjungan Kerja (Kunker) juga Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong Pemerintah mendukung masyarakat dalam mengembangkan potensi wisata Konservasi Mangrove Pandansari Desa Kaliwlingi, Brebes. Konservasi Pandansari ini bisa dikembangkan seperti Phuket di Thailand.

Ia melihat dukungan Pemerintah terhadap wilayah Konservasi Mangrove sangat kurang berkembang dan tidak ada perhatian selama ini. Pemerintah hanya mengandalkan masyarakat.

“Pemerintah sebaiknya turut hadir mengedukasi masyarakat agar meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi. Jika masyarakat diedukasi dengan baik tentunya akan mengundang bukan hanya wisatawan domestik, tapi juga wisatawan asing untuk datang,” kata Fikri saat Kunjungan Kerja Komisi X DPR RI di Brebes.

Hutan mangrove di Pandansari jika dikelola dengan baik tidak kalah dengan destinasi wisata yang ada di Phuket Thailand. “Agar tidak kalah, maka dari itu kita harus memulai branding, advertising dan selling. Tapi tentunya ini harus ada dukungan dan sentuhan dari Pemerintah,” sarannya.

Mashadi pegiat kelompok desa sadar wisata Pandansari Brebes berharap Pemerintah bisa mempermudah kebijakan-kebijakan yang mendukung program masyarakat sekitar. Terutama terkait keterbataaan teknologi yang ramah lingkungan.

“Kami berharap bisa didukung. Jika ada kekurangan bisa kami kembangkan. Karena mimpi kami desa ini menjadi tempat wisata. Berkarya tidak harus bergantung pada negara. Kuncinya yakin dengan usaha yang dilakukan selama ini dan kami bersyukur apa yang kami tanam selama ini bisa menjadi potensi pariwisata,” kata dia

Kawasan Wisata Hutan Mangrove Pandansari, Desa Kaliwlingi, Kecamatan Brebes bukan hanya hutan mangrove saja sekarang, namun berbenah menuju kawasan wisata terpadu dan kawasan wisata primadona di Kabupaten Brebes.

Pandansari kini menjadi paru-paru kota, sebagai pelestarian Sumber Daya Alam dan ramah lingkungan. Juga akan ditambah wahana baru seperti outbond, kawasan penelitian, pondok wisata dan pusat kuliner dan souvenir.

Revitlisasi Pariwisata yang dicanangkan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga memberi angin sejuk buat pengelola kawasan ini. Dengan bantuan dari Dinparbudpora sebesar Rp. 1,9 milyar akan digunakan untuk pengembangan kawasan ini.

“Ada 8 titik pembangunan yang sedang digarap yaitu pembangunan loket karcis, dermaga, tracking mangrove, jembatan, gazebo, menara pandang, mushala dan MCK. Selain itu ada dari DKP 25 meter tracking mangrove, serta swadaya warga. Nantinya akan ada 4 gazebo dan 2 menara pandang, dan tiap 250 meter akan ditaruh 1 gazebo dengan warna yang berbeda-beda,” tutur Mashadi.

Selain Sekolah alam yang sudah lama ada, kini bekerjasama dengan Perguruan Taman Siswa akan dikembangkan sebagai kawasan penelitian ilmiah. “Guru mata pelajaran Biologi bisa membawa muridnya untuk belajar dan praktek langsung. Kawasan ini juga akan terintegrasi dengan koneksi internet, sehingga bisa browsing dan berkomunikasi secara gratis, malah providernya yang bayar kesini,” imbuhnya.

Dikawasan konservasi Kepiting Soka berdiri dengan anggun Cottage yang dipergunakan sebagai tempat istirhat untuk tamu yang sedang belajar budidaya kepiting soka. Bangunan dua lantai yang terbuat dari bambu menghadap ke utara berpandang luas hamparan tambak.

“Pemandangannya sangat indah dan tempatnya nyaman, sangat nikmat untuk istirahat setelah capai berkeliling tambak. Disini juga bisa digunakan untuk diskusi dan menjamu tamu dari luar negeri,” tambahnya.

Mangrove bukan sekedar tanaman penghalang abrasi laut, tapi mangrove memberi banyak manfaat buat masyarakat. Salah satu mangrove jenis api-api buahnya banyak dimanfaatkan warga untuk bahan membuat kue. “Buah yang sudah tua dikupas diambil tengahnya karena beracun, terus diblander. Nah tepung hasil blanderan biasanya dibuat klepon, nagasari dan lainnya. Rasanya tak kalah nikmat dengan kuwe dari tepung tapioka,” terang Sakwad petugas wisata.

Selain untuk membuat kue, kulit daun mangrove juga bisa digunakan untuk bahan membatik. Kualitas tinta dari mangrove sangat bagus dan terang hasilnya. (*/BBS)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.