Dongkrak Kunjungan Wisatawan, Revitalisasi Kota Tua seperti Zaman Belanda

0
665
Kota Tua Jakarta (Foto: www.brilio.net)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Kota Tua Jakarta merupakan salah satu ikon wisata Ibu kota, yang berada di kawasan Jakarta Barat. Selain ciri khas bangunan-bangunan berdesain kuno yang dijaga kelestariannya, sejumlah penjual jajanan kaki lima dan berbagai suguhan hiburan pun tersedia bagi pengunjung yang datang.

Terkait dengan revitalisasi Kota Tua, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama telah berusaha untuk kembalikan suasana pada masa Belanda. Tujuannya untuk mendongkrak kunjungan wisatawan, terutama wisatawan dari Belanda dan negara Eropa lainnya.

“Jalan terus kok kita sudah ada SK gubernur tahun 2014. Kita mau kembalikan persis masa Belanda dulu. Jadi betul-betul ada benteng ada plaza ada nelayan pasar ikan. Jadi nelayan itu bisa naik ke pasar ikan untuk jualan ikan lagi. Jadi jualan ikan ya 24 jam termasuk ada ikan hias seperti Belanda tapi ditambah seperti konsep Jepang. Jadi di tambah ikan ikan hias,” ujar Ahok saat ditemui di RPTRA Rasamala, Menteng, Jakarta, (29/4).

Saat ini, proses revitalisasi Kota Tua pun masih terus dilakukan. Kota Tua perlahan menjelma menjadi kawasan wisata sejarah yang tertata apik. Revitalisasi kawasan Kota Tua ditargetkan rampung sebelum pelaksanaan Asian Games 2018. “Kalau untuk target 100 persen secara keseluruhan itu agak susah. Tapi paling tidak, semua fasilitas yang ada di kawasan itu jadi lebih baik,” kata Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua Norviadi S. Husodo di Jakarta, Jumat (4/3).

Morviadi melanjutkan revitalisasi kawasan Kota Tua yang ada di Jakarta Barat membutuhkan waktu cukup lama dan harus dilakukan secara berlanjut. “Revitalisasi Kota Tua harus terus berlanjut karena gedung-gedung yang ada di sekitar kawasan itu membutuhkan perbaikan. Apalagi bangunan itu memiliki nilai sejarah. Beberapa obyek yang ada di sana akan kami perbaiki. Jadi, saat Asian Games, kawasan itu lebih cantik,” katanya.

Selain itu, menurut Norviadi, pemerintah daerah ingin memastikan kawasan Kota Tua tidak pernah sepi dari kegiatan seni, budaya dan pariwisata. “Harus dipastikan ada kegiatan atau aktivitas masyarakat di kawasan itu. Sehingga, jangan sampai Kota Tua itu malah jadi sepi nantinya,” katanya.

Kebutuhan dana untuk merevitalisasi Kota Tua Jakarta mencapai Rp 200 miliar, dan semua tidak memakai dana APBD DKI Jaya, tapi dana program sosial alias CSR perusahan.
Dan termasuk dalam daftar pekerjaan revitalisasi Kota Tua Jakarta itu adalah penataan kali, penataan trotoar, juga penataan lahan parkir bagi pengunjung di kawasan itu.

“Jadi semuanya akan dibuat terintegrasi, mulai penataan kali hingga penataan trotoar. Kemudian akan dibuat lahan parkir terpadu dari Jalan Cengkeh sampai Jalan Tongkol,” tutur Norviadi.

Selain itu, kata Norviadi, dalam rencana revitalisasi, akan dilakukan relokasi dan sentralisasi bagi para pedagang kaki lima. “Kami memastikan revitalisasi ini tidak berbenturan dengan konsep PT Pembangunan Kota Tua Jakarta atau Jakarta Old Town Revitalization Corporation karena kami lebih fokus ke sarana dan prasarananya,” kata Norviadi. (endy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.