Djarum Foundation Hadirkan SMK Pelayaran

0
3340
Penandatanganan MOU program studi pelayaran SMK Wisudha Karya Kudus oleh Djarum Foundation dan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI) dan SMBC.

KUDUS, Bisniswisata.co.id: Sebagai negara kepulauan terbesar dengan 13.466 pulau dan luas perairan mendekati 70% luas wilayah tentunya Indonesia memerlukan sumber daya manusia berkualitas dalam jumlah besar untuk mengelola kawasan laut.

Kebutuhan akan pelaut di Indonesia sangat tinggi, terlebih Presiden Joko Widodo menitikberatkan sektor maritim pada salah satu program kerja, yaitu dengan membangun tol laut. Yakni memaksimalkan layanan berbagai sarana transportasi laut, seperti pelabuhan, kapal, dan sistem logistik.

“Untuk mewujudkan hal itu dibutuhkan sedikitnya 60.000 pelaut, sementara yang ada baru bisa terpenuhi 5% dari jumlah kebutuhan tersebut,” ujar Kepala Sub Divisi Kepelautan Kementerian Perhubungan, Capt Weku Frederik Karuntu MM dalam sambutannya pada acara penandatangan MOU dan peresmian studi pelayaran di SMK Wisudha Karya, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (26/3/15).

Menurutnya luas kawasan laut Indonesia belum dibarengi dengan kekuatan sumber daya manusia untuk mengelolanya.

Ia berharap dengan peresmian program studi pelayaran di SMK Wisudha Karya ini dapat menciptakan pelaut-pelaut atau sumber daya manusia yang sesuai dengan kompetensi dan dapat memenuhi kriteria standarisasi nasional dan internasional.

Lebih lanjut Bupati Kudus, H mustofa menegaskan, “ Walau Kudus tidak punya laut tetapi kami siap mencetak pelau-pelaut handal”.

Pada kesempatan yang sama Presiden Komisaris SMBCI dan Managing Director, Head of Asia Pacifik Division and Emerging Market Business Division SMBC, Masayuki Shimura, mengatakan, “Penandatanganan MOU dengan Djarum Foundation ini membuktikan komitmen kami terhadap pembangunan berkelanjutan di bidang sosial di Indonesia yang merupakan salah satu negara utama tujuan investasi kami dan dimana kami pun bertujuan untuk mewujudkan full-banking service”.

Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) merupakan salah satu institusi perbankan terbesar di Jepang dan anak usahanya, tengah berupaya mencetak pelaut profesional guna mencukupi kebutuhan tersebut.

Sementara Program Director Djarum Foundation, Primadi H Serad, menambahkan, “Djarum Foundation telah melakukan program peningkatan kualitas Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kudus, Jawa Tengah sejak 2012 lalu”.

“Dalam program ini kami fokus mengembangkan beberapa paket keahlian pilihan pada bidang pekerjaan berpenghasilan tinggi, seperti teknologi informasi, teknik permesinan, kuliner, dan fashion,” ungkapnya.

Para siswa mempelajari beberapa fasilitas full mission bridge simulator. (Foto. Munadi)
Para siswa mempelajari beberapa fasilitas full mission bridge simulator. (Foto. Munadi)

Menurutnya Djarum Foundation memilih sekolah kejuruan yang lulusannya bisa mendapatkan pendapatan lebih besar dari lulusan sarjana. Misalnya sekolah busana hasil rancanganan lulusan para siswanya bisa mempunya nilai jual dan berstandar internasional.

Primadi mengatakan, “Bidang pelayaran merupakan salah satu paket keahlian unggulan yang dikembangkan bersama SMBC yang difokuskan kepada bidang teknika kapal niaga dan nautika kapal niaga”

Keahlian nautika kapal niaga memiliki fasilitas full mission bridge simulator untuk mempersiapkan perwira muda dalam bidang navigasi kapal niaga.

 

“Lulusan dari sekolah ini bersertifikasi dan bisa mendapatkan gaji Rp12 juta – Rp15 juta per bulan jika bekerja di kapal berbendera Indonesia. Jika bekerja di kapal asing, mereka bisa mendapatkan gaji awal lebih dari Rp30 juta rupiah per bulan,” jelasnya.

Kedepannya menurut Primadi, Bakti Pendidikan Djarum Foundation akan mengembangkan sekolah kejuruan di bidang animasi. (evi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.