Ditargetkan 16 Kapal Pesiar Bersandar di Tanjung Emas

0
763
Kapal pesiar

SEMARANG, Bisniswisata.co.id: Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Jawa Tengah (Jateng) mencatat hingga semester I/2017 sudah 11 kapal pesiar yang bersandar, ditargetkan hingga penghujung tahun 2017 ada 16 kapal pesiar yang datang ke Pelabuhan Emas.

“Kapal-kapal pesiar dengan mengangkut wisatawan mancanegara (wisman) ini datang dari berbagai penjuru dunia dengan tujuan utama mengunjungi Candi Borobudur,” ungkap General Manager Pelindo III Tanjung Emas Agus Hermawan dalam keterangan tertulis di Semarang, Selasa (12/09/2017).

Agus menyayangkan kapal pesiar ini hanya memiliki jadwal sandar satu hari di Tanjung Emas. Padahal jika Jateng memiliki objek wisata dan pertunjukan yang menarik berkelanjutan, pelancong asing dari berbagai belahan dunia ini dapat menambah masa tinggal yang dengan sendirinya akan meningkatkan belanja di Jateng.

“Mereka mengorganisir perjalanannya sendiri. Biasanya sandar satu hari. Karena itu, Jawa tengah membutuhkan penanganan terpadu untuk wisatawan kapal pesiar agar lama tinggal lebih lama, atraksi wisatanya dipoles menarik. Juga obyek wisata harus sesuai dengan pasar turis asing,” harapnya.

Dilanjutkan, Potensi pengembangan ekonomi dari wisatawan di kapal pesiar ini sangat tinggi. Mengutip data Cruise Line International Asssociation (CLIA), lebih dari 2 juta orang di Benua Asia berwisata pesiar pada 2015. Jumlah ini diperkirakan naik dua kali lipat menjadi 4 juta pada 2020.

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat kunjungan langsung wisatawan mancanegara melalui dua pintu masuk yakni Bandara Adi Sumarmo, Solo dan Bandara Ahmad Yani, Semarang cukup beragam.

Tercatat untuk bandara Adi Sumarno, mengalami penurunan kunjungan 20,53% secara tahunan (year-on-year/Y-o-Y). Tercatat pada tahun lalu jumlah wisaman yang masuk hingga Juli mencapai 4.851 orang akan tetapi dalam periode yang sama tahun ini hanya 3.855 orang.

Sedangkan untuk Bandara Ahmad Yani terjadi kenaikan kunjungan Wisman hingga 59,62%. Tercatat jumlah kunjungan yang masuk hingga Juli mencapai 12.715. padahal tahun lalu kunjungan wisatawan asing ini hanya 7.966 orang.

Sedangkan wisatawan yang aling banyak berkunjung berasal dari Malaysia, Thailand, Yaman, serta Eropa. Sedangkan kunjungan turis melalui bandara Ahmad Yani terbanyak berasal dari Malaysia, Singapura dan Eropa. Tamu yang datang melalui penerbangan internasional ini rata-rata menginap 2,76 malam. Jauh lebih rendah untuk tamu domestik yang tingkat lama menginapnya hanya 1,49 malam.

Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Jawa Tengah (PHRI Jateng) Benk Mintosih mengatakan pemerintah memerlukan upaya menciptakan destinasi wisata baru agar para turis dapat memebelanjakan uangnya lebih banyak dan lebih lama di Jawa Tengah.

“Kami juga mengharapkan agar rute penerbangan, pembenahan bandara dapat segera dirampungkan untuk mendongkrak kunjungan wisman ke Jawa Tengah,” harapnya. (*/

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.