Disayangkan, Promosi Wisata Banten Jalan Sendiri

0
1079
Pantai Pulau Karang banten belum dikelola optimal (Foto: http://panduanwisata.id)

BANTEN, bisniswisata.co.id: Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banten Achmad Sari Alam mengatakan, pemerintah daerah seharusnya melibatkan stakeholder mulai dari pengusaha sektor pariwisata hingga masyarakat untuk mempromosikan kawasan pariwisata Banten. Promosi yang intensif dan tepat sasaran menjadi faktor kunci untuk menggenjot jumlah kunjungan wisatawan ke Banten.

“Selama ini, promosi pariwisata di Banten cenderung dilakukan sendiri-sendiri. Pemerintah jalan sendiri, begitupula dengan pengusaha. Ada baiknya, sinergi dilakukan, sehingga promosi yang dilakukan menjadi tepat sasaran,” ucapnya seperti diunduh laman Bisnis.com, Selasa (22/11/2016).

Diakui, pembenahan destinasi sudah sampai pembenahan infrastruktur sudah dilakukan, meski kuantitasnya belum menjangkau seluruh wilayah. Apalagi, Banten dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung ditetapkan menjadi salah satu dari 10 pengembangan destinasi prioritas dan masuk di dalam Paket Ekonomi VI.

Berbagai agenda nasional maupun internasional juga digelar di Banten antara lain Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren Tingkat Nasional (Pospenas) VII 2016 dan PATA TRAVEL MART 2016 di Indonesia Convension Exhibition (ICE), yaitu Festival Tanjung Lesung, Banten Beach Festival, Gebyar Wisata Banten 2016, dan Seba Baduy.

“Ketika destinasi sudah disiapkan, strategi selanjutnya adalah promosi. Soal ini, saya kira pemerintah bisa menggandeng pelaku usaha. Tak hanya itu, promosi tidak hanya dilakukan di Indonesia, tetapi juga luar negeri. Saya lihat promosi pariwisata Banten justru dilakukan di Tangerang, namanya bukan perluasan pangsa pasar wisata kalau seperti ini,” tekannya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Banten mencatat jumlah kunjungan wisatawan ke Banten sempat menyentuh angka 24,58 juta pada 2012, lalu terus menurun menjadi 18,07 juta pada 2013, 13,24 juta wisatawan pada 2014, dan tahun lalu bergerak tipis menjadi 14,24 juta orang.

Pada tahun ini, Achmad merinci kalangan pengusaha di sektor pariwisata dan hiburan sudah mampu menyumbangkan pajak pembangunan hingga Rp500 miliar sehingga pemerintah dinilai harus bisa memanfaatkan perolehan pajak tersebut.

Pelaksana tugas (Plt.) Gubernur Banten Nata Irawan menyebut, pemerintah sudah melakukan serangkaian dukungan promosi dan publikasi di berbagai media dan jejaring sosial antara lain program sertifikasi usaha jasa pariwisata, dan program sadar wisata.

“Pemerintah juga menetapkan top three event di Banten yaitu Festival Tanjung Lesung, Banten Beach Festival dan Seba Baduy. Saya yakin Banten bisa berkontribusi dalam target 20 juta wisatawan mancanegara pada 2019,” ucapnya.

Pada Sabtu (19/11/2016), Pemprov Banten Festival telah menggelar Pesona Bahari Tanjung Lesung dan meresmikan 7 Wonderful Banten. Acara tersebut merupakan agenda unggulan pariwisata Provinsi Banten yang telah menjadi agenda tahunan dan merupakan salah satu Calendar of Event Kebudayaan dan Pariwisata Banten 2016. (*/BIO)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.