Disayangkan, Kegiatan Wisata Indonesia Sekedar Seremonial

0
1343
Event wisata kaya budaya, miskin kunjungan wisman

BANDUNG, test.test.bisniswisata.co.id: Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jabar mendorong pemerintah untuk menggelar kegiatan wisata besar bertaraf internasional, yang bisa mengundang wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Jumlah kegiatan pariwisata yang digelar masih kecil, rendah. Juga jumlahnya memang banyak tapi belum bisa diandalkan untuk menarik wisatawan, sebagian bahkan hanya sekedar seremonial atau melengkapi agenda kegiatan saja,” kata Ketua DPD PHRI Jabar Herman Muchtar di Bandung, Jumat (27/3/2015).

Ia menyebutkan, perlu ada konsentrasi kegiatan pariwisata yang digelar besar-besaran. Herman menyebutkan akan lebih efektif kegiatan pariwisata itu digelar lebih jarang namun dampaknya lebih besar. “Bila kegiatan yang digelar bertaraf internasional, maka dipastikan daya tariknya lebih besar bagi wisatawan,” katanya.

Herman menyebutkan Jabar memiliki potensi seni, budaya, kuliner, fesyen bahkan industri pariwisata berbasis teknologi. Semua itu bisa dikemas menjadi sebuah ajang yang besar dan meningkatkan nilai tambah bagi pariwisata. “Kegiatan atau event internasional bisa dilakukan dengan dukungan berbagai pihak. Semisal festival budaya atau bisa juga seperti Bandung Great Sale,” katanya.

Beberapa tahun lalu, ajang Bandung Great Sale digelar di Kota Bandung, namun belakangan agenda itu terhenti. “Beberapa ajang promosi, wisata dan pameran di luar negeri menjadi agenda bahkan ditunggu-tunggu oleh peserta maupun pengunjung dari luar negeri. Setiap kota di Indonesia harus memiliki ajang yang menjadi ikon bagi dunia internasional,” kata Herman Muchtar.

Sementara itu Ketua Asita Jabar Budijanto menyebutkan ada penurunan kunjungan wisatawan, khususnya dari mancanegara pada awal tahun 2015. Padahal, menurut dia, saat ini seharusnya ada kenaikan jumlah wisman karena depresiasi nilai rupiah. “Kondisi ini yang seharusnya dimanfaatkan untuk meningkatkan kunjungan wisman ke Indonesia termasuk Jawa Barat,” katanya seperti dilansir laman wartaekonomi.co.id.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat mencatat kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) ke Jawa Barat mengalami penurunan sebesar 50,13 persen. Wisman yang datang ke Jabar masih didominasi dari Malaysia dan Singapura.

Kedatangan wisatawan mancanegara melalui Bandara Husein Sastranegara pada Januari 2015 sebanyak 10.373 orang atau mengalami penurunan sebesar 50,13 persen dibandingkan Desember 2014 yang mencapai 20.799 orang. Penurunan juga terjadi di Pelabuhan Muarajati Cirebon yang hanya berjumlah 80 orang dan semua tamu tersebut juga merupakan crew kapal. ****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here