Direct Flight Dongkrak Kunjungan Wisman ke Manado

0
509
Turis China di Manado

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Selain gencar promosi ke luar negeri, juga pembukaan direct flight atau penerbangan langsung seperti yang terjadi di Manado ternyata sangat efektif untuk meningkatkan grafik jumlah kunjungan wisatawan manacanegara (wisman).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan turis asing yang datang ke Manado melalui Bandar Udara Sam Ratulangi melonjak hingga 312 persen pada April 2017, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016.

“Peningkatan terjadi berkat strategi pembukaan penerbangan langsung ke Manado dari sejumlah kota di China. Jika dilacak per bandara, kenaikan wisman terbesar terjadi di bandara Sam Ratulangi Manado naiknya hingga 312 persen karena ada penerbangan langsung dari beberapa kota di China. Dan ini berdampak sangat signifikan,” jelas Suhariyanto di kantor pusat BPS, Jumat (2/6).

Kepala BPS melanjutkan strategi penerbangan langsung juga sukses mengerek jumlah kunjungan turis asing di Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat sebesar 127,19 persen April lalu.

Melihat keberhasilan di Manado, menurut Suharyanto, pemerintah perlu memikirkan untuk membuka rute penerbangan langsung di sejumlah titik bandara yang memiliki potensi di bidang pariwisata. Pasalnya, hal ini dinilai efektif dalam menarik minat turis asing berkunjung ke Indonesia.

Sebagai informasi, Kementerian Perhubungan memang telah memberi dispensasi izin terbang kepada tiga maskapai penerbangan, yakni Lion Air, Citilink, dan Sriwijaya Air, untuk mengangkut turis asal negeri tirai bambu langsung ke Manado. “Itu perlu, untuk memudahkan wisatawan untuk menjangkau kesana. Ongkos lebih murah, waktu efisien, tidak transit,” jelasnya.

Secara keseluruhan, BPS mencatat, kunjungan wisman ke Indonesia pada April 2017 mencapai 1,14 juta kunjungan. Jumlah tersebut naik 26,75 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2015 sebanyak 901,09 ribu wisman.

Dari total 1,14 juta tersebut, mayoritas turis berasal dari China mencapai 15,81 persen, Singapura 12,71 persen, Malaysia 11,80 persen, Australia 9,57 persen, dan India 3,91 persen. (ndik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.