Dimakan Kadal Raksasa, Jasad Turis Belgia Ditemukan di Pulau Koh Tao Thailand

0
507
Pulau Koa Tao Thailand, 7 Turis asing tewas misterius

BANGKOK, Bisniswisata.co.id: Seorang turis asing tewas mencurigakan di sebuah pulau wisata di Thailand. Jasad korban ditemukan pada April 2017 dengan kondisi tergantung dan separuh tubuhnya nampak habis dikonsumsi oleh seekor binatang yang diduga kadal monitor (monitor lizard).

Korban diidentifikasi sebagai Elise Dallemagne (30), wisatawan asal Belgia yang tengah berlibur di Koh Tao, kawasan pulau wisata di Thailand. Jenazahnya ditemukan di sebuah hutan rimba di kawasan Koh Tao, dengan kondisi tergantung dan separuh tubuhnya habis dilahap oleh kadal raksasa. Demikian seperti yang diwartakan oleh Dailymail.co.uk, Senin (10/7/2017).

Sempat menyematkan kematian Elise sebagai kasus bunuh diri, kini Kepolisian Thailand kembali melakukan investigasi terkait kematian perempuan asal Belgia itu.

“Kepolisian akan terus mencari bukti baru, mengingat kematian tersebut nampak tidak alamiah. Namun sampai saat ini, kami belum menemukan apapun,” kata Wakil Kepala Kepolisian Distrik Surat Thani, Kolonel Preecha Kladsawad, saat konferensi pers bersama dengan pihak Kedutaan Besar Belgia di Thailand.

Michele van Egten bersikukuh mengklaim bahwa putrinya tewas dibunuh dan menyatakan tidak percaya dengan segala versi keterangan yang disampaikan oleh pihak kepolisian Thailand, karena mereka diduga menutup-nutupi kasus pembunuhan turis. “Aku tidak percaya apa yang dikatakan polisi. Kami takut ada pihak lain yang terlibat,” jelas Michele.

Michele juga mengumbar kasus kematian anaknya ke publik, guna meningkatkan atensi masyarakat dan meminimalisasi sikap menutup-nutupi informasi dilakukan kepolisian setempat. Kekhawatiran Michele nampak ada benarnya, karena hingga kini, pihak keluarga belum diberikan hasil autopsi oleh kepolisian Thailand. “Kami berpikir informasi yang disampaikan kepolisian bukan penjelasan yang memuaskan,” kata ibu korban.

Kasus kematian Elise menuai misteri, mengingat ia kini menjadi turis asing ke-7 yang ditemukan tewas di Pulau Koh Tao selama tiga tahun terakhir. Tak hanya itu, eksistensinya di pulau tersebut pun menimbulkan sejumlah kecurigaan.

Menurut Michele, dalam 2 tahun terakhir, Elise kerap melancong di kawasan Asia Pasifik. Ia pernah menjadi bagian dari sekte Sathya Sai Baba, guru spiritual ternama asal Khurasan, India. Selain itu, perempuan Belgia itu sempat menerapkan gaya hidup yoga dan tantra di Pulau Koh Phangan, Thailand, beberapa bulan sebelum ditemukan tewas di Pulau Koh Tao.

Berdasarkan catatan riwayat komunikasi, Elise sempat menghubungi ibunya via Skype pada 17 April 2017, dua hari jelang kepergiannya dari Pulau Koh Phangan menuju Koh Tao. Sang ibu juga menjelaskan bahwa, saat berkomunikasi via Skype, Elise tidak menunjukkan gejala depresi, seperti korban bunuh diri pada umumnya.

Menurut kepolisian, agenda Elise di Koh Tao adalah transit sebelum menuju Bangkok, Thailand. Namun, otoritas, dan bahkan keluarga, tidak mengetahui alasan perempuan itu harus transit di pulau wisata tersebut.

Elise mendaftar sebagai tamu di Triple B Hotel, penginapan bermodel pondok di tepi pantai Tanote, Pulau Koh Tao pada 19 April 2017. Namun, masa menginapnya di hotel tersebut ditandai dengan sejumlah tindakan serta peristiwa aneh.

Di buku tamu hotel, Elise mengubah nama belakangnya, dengan mencoret Dallemagne menjadi Dupuis. Selain itu, ia menunda-nunda untuk memberikan detail identitas paspor kepada manajemen hotel.

Semasa menginap di sana, sejumlah pondok di Triple B Hotel –termasuk yang dihuni oleh Elise– sempat mengalami kebakaran akibat sebab-musabab yang tidak jelas. Akibat kebakaran itu, perempuan asal Belgia itu pindah penginapan ke Poseidon Resort yang berada di kawasan hutan di Pulau Koh Tao dan berjarak sekitar 2,5 km dari Triple B Hotel.

Dan saat menginap di Poseidon Resort, Elise memesan tiket perjalanan ke Bangkok tertanggal 24 April 2017. Delapan hari setelah mendaftar untuk menginap di Poseidon Resort, warga lokal menemukan jenazah perempuan Belgia tersebut.

Pada awalnya, warga setempat curiga dengan aktivitas tak biasa dari beberapa biawak di kawasan hutan Pulau Koh Tao, dekat dengan Poseidon Resort. Jasad Elise ditemukan setelah sejumlah warga lokal menelusuri jejak kadal monitor tersebut.

Tak dinyana, jenazah perempuan 30 tahun itu telah dilahap oleh kadal raksasa yang hidup di kawasan hutan setempat. Ia ditemukan tewas terbungkus mengenakan kaos dan sebuah botol kosong di sampingnya.

Karena kondisi jenazah korban sudah hancur, penyelidik menggunakan rekam gigi dan X-Ray guna mengidentifikasi Elise. Dan berdasarkan hasil investigasi awal, kepolisian menyatakan bahwa Elise tewas akibat gantung diri di kawasan hutan tak jauh dari Poseidon Resort.

Namun, keluarga Elise menyangsikan klaim tersebut, karena polisi tidak menemukan bukti yang mengindikasikan bahwa turis asal Belgia itu tewas akibat bunuh diri.

Anehnya, menurut info yang diterima oleh keluarga, setelah jenazah perempuan itu ditemukan oleh warga setempat, barang-barang Elise dikabarkan dimuat ke dalam ferry tepat dengan tiket perjalanan yang telah dipesan olehnya tertanggal 24 April 2017.

Tak hanya itu, barang-barang Elise yang dimuat di dalam feri dari Pulau Koh Tao tiba di Provinsi Chumphon, Thailand Selatan. Menurut rencana perjalanan, perempuan tersebut–jika masih hidup– akan naik bus menuju Bangkok.

Jenazah Elise diautopsi di Rumah Sakit Surat Thani dan Institute of Forensic Medicine Police Hospital, Bangkok. Empat belas hari setelah diautopsi, jenazah turis Belgia itu kemudian dikremasi.

Hingga kini, kepolisian masih terus melakukan penyelidikan seputar kematian Elise –yang menyedot atensi tinggi di dalam maupun luar negeri– guna meluruskan sejumlah simpang-siur kabar yang beredar. Investigasi sedang berlangsung, dengan 14 saksi yang diajukan untuk diinterogasi.

Sebagai langkah proaktif demi menghentikan publikasi yang negatif, pihak kepolisian dan pejabat Koh Tao juga menggelar konferensi pers. Mereka menjelaskan enam penyelidikan atas kematian turis asing yang terjadi di pulau itu selama tiga tahun terakhir dan seputar kasus kematian Elise.

Menurut Bangkok Post, konferensi pers yang dilakukan oleh pejabat senior tersebut juga turut dihadiri oleh pihak Kedutaan Besar Belgia. Pasalnya, Elise adalah turis asing terakhir dan ke-7 yang tewas di pulau Koh Tao.

Pulau Koh Tao yang merupakan bagian dari Kepulauan Chumphon di Thailand yang sejak lama dikenal sebagai salah satu destinasi wisata di Negeri Gajah Putih. Perekonomiannya bertumpu pada sektor pariwisata, terutama scuba diving.

Citra Koh Tao sebagai tujuan wisata terganggu dalam beberapa tahun terakhir, menyusul kematian misterius dan hilangnya sejumlah turis asing. Sejak 2014, tercatat sudah tujuh wisatawan asing yang dilaporkan meninggal di pulau tersebut.

Selain Elise, turis lain yang ditemukan tewas dengan kondisi mencurigakan di Pulau Koh Tao antara lain, Hannah Witheridge dan David Miller dari Inggris. Kematian keduanya diusut sebagai kasus pembunuhan dan pelecehan seksual (terhadap Hannah) oleh kepolisian lokal pada 2014.

Tahun yang sama, jenazah Nick Pearson dari Inggris ditemukan mengambang di perairan Koh Tao. Namun, aparat setempat menyematkan kematian Pearson sebagai kasus bunuh diri.

Christina Annesley dari Inggris tewas akibat keracunan campuran antibiotik dan alkohol pada 2015. Aparat juga menduga kematian Annesley sebagai kasus bunuh diri, meski dikritik oleh pihak keluarga korban.

Sementara itu, Dmitri Povse dari Prancis ditemukan tewas akibat gantung diri di kamar hotelnya pada 2015. Meski disematkan sebagai kasus bunuh diri, kematian pria Prancis itu menimbulkan kecurigaan. Pasalnya, saat ditemukan tewas akibat gantung diri, tangan Povse terikat di belakang tubuhnya.

Pada 2016, jenazah Luke Miller dari Isle of Wight juga ditemukan di kolam renang di sebuah hotel di Koh Tao. Seperti kebanyakan kasus lain, kematian Miller disematkan sebagai peristiwa bunuh diri.

Maret 2017, Valentina Novozhyonova dari Rusia dilaporkan menghilang dari kamar hotelnya di Koh Tao. Hingga kini, perempuan itu belum ditemukan. Diduga ia tewas tenggelam ke dasar laut saat melakukan scuba diving. Hingga kini, bagi sebagian orang, penyebab kematian dan satu turis hilang itu masih menyisakan tanda tanya besar.

Deretan kasus yang tidak kunjung terungkap itu membuat sejumlah blogger menyarankan agar wisatawan tidak melangkahkan kaki ke Koh Tao.

Seperti dikutip Asian Correspondent pada Minggu 9 Juli 2017, saat ini otoritas Thailand tengah berupaya menghilangkan label “pulau kematian” yang melekat pada Koh Tao. Mereka juga membantah bahwa pulau itu dikendalikan oleh kelompok mafia.

Laporan yang dipublikasikan harian Inggris, Independent, belum lama ini mengutip pernyataan seorang mantan penduduk Thailand. Yang bersangkutan mengklaim bahwa pulau Koh Tao berada dalam cengkeraman keluarga mafia yang diduga menuntut uang keamanan, mengendalikan polisi lokal, dan tak segan melakukan kekerasan terhadap siapa saja yang menentang mereka.

Harian Inggris lainnya, The Sun, merilis laporan serupa dengan mengutip pernyataan seorang pria yang menguatkan klaim tersebut. Menurut pria itu, ia telah bertemu langsung dengan keluarga mafia yang juga pernah mengancam hidupnya. (*/NDIK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here