Dihantui Kutukan, Wisatawan Kembalikan Artefak Curian

0
1284
Wisatawan asing kunjungi Kota Pompeii Italia

ROMA, test.test.bisniswisata.co.id: TURIS remaja 16 tahun itu mencuri secara sembunyi-sembunyi. Dia mengambil genteng Romawi, lalu memasukkan ke dalam ransel dan berusaha menyelundupkan keluar kota kuno Pompeii, yang tengah direnovasi.

Namun, aksi pencurian yang disaksikan seorang turis Amerika Serikat dilaporkan ke polisi. Polisi pun mencegatnya di dekat pintu keluar, pemuda asal Belanda itu mengaku akan menjual artefak kuno itu di eBay, uang tersebut akan digunakan untuk membeli iPhone terbaru.

Meski bernilai sejarah, genteng tanah liat sederhana tak punya nilai jual tinggi. Tak bakal cukup untuk membeli iPhone.
Untung saja aksinya digagalkan. Jika tidak, mungkin ia akan menyesalinya seumur hidup. Bukan soal ancaman hukum, namun sesuatu yang dianggap lebih mengerikan lagi: sebuah kutukan.

Baru-baru ini dikabarkan, sejumlah turis asing yang pernah mengunjungi Pompeii mengembalikan ‘kenang-kenangan’ yang mereka ambil dari sana.

Menurut surat kabar Italia Corriere Della Sera, sejumlah turis menduga, mereka mendapat kutukan karena nekat mengambil artefak dari kota, yang terkubur abu panas Gunung Vesuvius.

Selama beberapa tahun, sebanyak 100 paket berisi benda-benda dari situs Pompeii dikembalikan. Sebagian disertai surat yang menjelaskan, masalah dalam hidup si pengirim mungkin dipicu aksi pencurian mereka di kota kuno tersebut.

Salah satu surat ditulis pria Spanyol. Ia mengembalikan sejumlah artefak, termasuk patung perunggu yang ia ambil pada 1987. Menurut dia, benda itu telah menghancurkan keluarganya.

Surat lain datang dari seorang perempuan Inggris, yang mewarisi genteng curian dari orangtuanya yang baru saja meninggal dunia. “Tolong jangan menghakimi mereka terlalu keras,” kata dia, seperti dikutip News.com.au, Sabtu (17/10/2015).

Seorang perempuan asal Kanada yang mengantongi pecahan tegel lantai saat bulan madu mengunjungi Pompeii tahun 1970-an, juga mengembalikan apa yang ia ambil, sembari minta maaf atas kesalahan yang pernah dilakukannya saat muda.

Dan seseorang dari Amerika Latin mengembalikan batu yang diambilnya dari Pompeii. Ia mengaku, keluarganya mengalami ‘trauma demi trauma’ sejak ia mengambil artefak tersebut.

Massimo Osanna, pengawas arkeologi Pompeii mengatakan, sejumlah benda yang dikirimkan ke pihaknya termasuk patung kecil, gerabah, dan keramik. “Orang-orang menulis surat, yang mengungkap kenang-kenangan yang mereka bawa dari Pompeii tak memberikan manfaat apapun, justru mengundang kemalangan,” kata dia.

Ia berencana membuat pameran khusus, yang memajang artefak yang dikembalikan dan surat-surat yang diterima pihaknya. Untuk menceritakan pada dunia, kisah di balik pencurian di Pompeii. Juga untuk memberi pelajaran.

Massimo Osanna menambahkan, sejumlah orang meyakini, Pompeii adalah ‘kota terkutuk’. Dan kutukan itu bisa jadi menular. Konon, erupsi dahsyat Gunung Vesuvius yang mengubur kota beserta seluruh penduduknya dengan abu panas terjadi karena para dewa marah dan menghukum mereka yang telah menghancurkan bangunan suci.

Sejarah mencatat pada 24 Agustus tahun 79, Gunung Vesuvius meletus dahsyat. Awan panas, batuan dan abu membara menghujam ke dua kota, Pompeii dan Herculaneum. Pompeii terkubur selama berabad-abad di bawah lapisan abu erupsi dahsyat Gunung Vesuvius pada tahun 79 Masehi. Kini ia kembali terancam.

Sekitar 1.600 tahun kemudian, secara tak sengaja keberadaan Pompeii ditemukan. Ada jasad-jasad manusia yang diawetkan oleh abu, dengan segala pose. Menguak jalanan beku, tempat pelacuran yang dipenuhi fresko erotis.

Pompeii pertama kali digali di 1748. Temuan erotis itu adalah hal sangat memalukan bagi para sarjana dan cendekiawan era Victoria — di mana penggambaran seksual dianggap tabu. Padahal di masanya, apa yang dianggap mesum, adalah hal biasa bagi masyarakakat Pompeii. (*/ndy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.