Di Yogya, Lama Tinggal Wisatawan Sangat Singkat

0
486
hotel

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Industri perhotelan di Yogyakarta terus dilirik oleh berbagai investor. Hanya saja, berbagai persoalan masih menghadang laju pertumbuhan bisnis ini. Persoalan okupansi yang terus menurun serta lama tinggal wisatawan di Yogyakarta memang harus dipecahkan agar bisnis ini tetap bertumbuh.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Istidjab Danunagoro mengungkapkan, hotel di Yogyakarta terus bertambah jumlahnya. Hal ini memang berakibat pada penurunan tingkat okupansi.

Kini, tingkat okupansi hotel berbintang hanya 57%, sementara non bintang 27%. “Upaya mendatangkan wisatawan harus dilakukan secara komprehensif,” tuturnya, seperti diunduh laman Sindonews.com, Sabtu (04/03/3017).

Selain itu, lama tinggal wisatawan di Yogyakarta juga masih sangat singkat. Karena tahun lalu, lama tinggal wisatawan di Kota Gudeg ini hanya 1,8 hari. Lama tinggal yang cukup singkat ini tentu akan sangat berpengaruh terhadap okupansi hotel yang ada di Yogyakarta.

Ia mengakui jika lama tinggal tersebut masih menjadi kendala cukup besar, terutama untuk wisatawan dari timur seperti Jepang dan Korea Selatan. Lama tinggal mereka masih sangat singkat.

Terlebih, banyak travel agent dari Bali yang sengaja mempersingkat lama tinggal wisatawan mereka ketika berkunjung ke Yogyakarta. “Mereka berusaha kalau bisa di Yogyakarta jangan menginap,” tambahnya. (*/SIN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.