Di Tangan Arsitek, Infrastruktur Jadi Ikon dan Obyek Wisata

0
616
Jembatan Suramadu (foto: mustaqimkim.wordpress.com)

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Pembangunan proyek infrastruktur yang tengah digalakkan pemerintah bisa memiliki nilai tambah selain dari fungsi utamanya. Dengan sentuhan tangan arsitek, khususnya arsitek yang mengadopsi kelokalan supaya proyek-proyek itu bisa jadi ikon dan obyek wisata.

Arsitek Yori Antar kini tengah mempromosikan arsitektur kepada Kementerian Pariwisata, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). “Kementerian PUPR sudah jelas, ingin proyek PUPR juga dapat sentuhan tangan arsitek khususnya arsitek yang mengadopsi kelokalan supaya proyek-proyek itu bisa jadi destinasi wisata,” ujar Yori.

Dicontohkan, ketika Kementerian PUPR mengerjakan pembangunan jembatan, proyek tersebut bisa menjadi ikon di daerah tidak hanya dilihat sebagai bangunan dari beton saja. Dengan hanya menambah sedikit sentuhan visual dan arsitektur, semua jadi menarik.

“Bayangkan ada proyek jembatan di Papua itu nilainya lebih dari Rp 1 triliun, kalau cuma jadi beton saja sayang. Padahal itu potensial untuk jadi proyek pariwisata, memberdayakan masyarakat,” jelas Yori seperti dilansir laman Kompas.com, Kamis (13/07/2017).

Selain berfungsi sebagai struktur dan memiliki kekuatan, proyek jembatan bisa membanggakan daerah tersebut bahkan negara. Mengingat,
hampir bisa dipastikan bahwa model-model jembatan di dunia sama saja. Tetapi, sebaiknya, kalau ada jembatan baru di suatu daerah dirancang dengan mempertimbangkan keunikan dan kekhasannya.

Sentuhan arsitek pada suatu proyek juga tidak menambah anggaran jika memang direncanakan sejak awal. “Bisa saja dirancang bagaimana desainnya, bagaimana ragam hiasnya. Kalau baru di belakang, jembatan sudah jadi kemudian baru dipikirkan (desain arsitekturnya) sih memang menambah anggaran,” jelas Yori.

Proyek infrastruktur berskala besar yang selama ini sudah mengakomodasi sentuhan arsitek, menjadi ikon di suatu daerah dan bahkan mendorong pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata. Kalau desain infrastruktur tidak diatur, justu akan terlihat berantakan dan tidak keruan. Pada akhirnya kawasan menjadi tidak menarik. “Makanya master urban planning, urban plan itu perlu,” tuntas Yori. (*/KMO)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.