Di Pulau Tidung, 4.800 Wisatawan Tak Bisa Pulang

0
1178
Jembatan Cinta Pulau Tidung Kepulauan Seribu

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Sekitar 4.800 wisatawan yang berwisata di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Selatan, gelisah. Turis lokal juga internasional ini, tidak bisa pulang ke rumahnya sejak mereka berwisata pada Jumat (28/11/2014). Malah hingga Senin (1/12/2014) masih tersandera oleh cuaca buruk.

Kapal ojek yang menjadi salah satu transportasi menuju Jakarta, tidak berani beroperasi. Mereka takut dihantam ombak ganas yang tingginya 3 meter.

Cuaca buruk ini telah terjadi selama tiga hari, sebagaimana yang diutarakan Amirudin, (50), pemilik kapal ojek dengan rute Pelabuhan Muara Angke-Pulau Tidung. Amirudin mengaku, sudah tiga hari ini angin kencang disertai ombak tinggi melanda perairan Kepulauan Seribu.

Ia yang memiliki empat kapal itu urung mengantar atau memulangkan wisatawan ke tempat asal. Akibat empat kapalnya tidak beroperasi, pendapatan Amirudin pun menghilang.

Dalam sehari, Amirudin mengaku mampu mendapatkan omzet Rp 15 juta pada hari biasa dan Rp 20 juta pada akhir pekan.
“Karena nggak mengantar wisatawan, kapal saya sandarkan saja di Pelabuhan Muara Angke. Mungkin kalau nanti cuaca agak mendingan, saya beroperasi lagi,” tuturnya.

Berdasarkan pengalamannya, situasi ini akan kembali normal pada Februari. Artinya, cuaca akan membaik tiga bulan
mendatang. “Saya nggak mau ambil risiko. Kalau dipaksakan, nanti kapal terbalik karena dihantam ombak 3 meter,” ujar Amirudin.

Anggota Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Pulau Tidung, Ulil Amri mengatakan, pagi tadi ada satu kapal yang memaksakan pulang ke Jakarta. Namun karena cuaca buruk, mereka akhirnya bersandar ke Pulau Air atau yang terdekat
untuk mencari perlindungan.

Ulil memaparkan, perairan masih dilanda angin kencang dan ombak tinggi. Para wisatawan yang hendak pulang ke Jakarta terpaksa dialihkan ke penginapan kembali oleh pemandu wisata sambil menunggu cuaca membaik. “Semakin sore kemungkinan cuaca terus memburuk. Mau tidak mau, kapal berangkat harus subuh,” ucap Ulil.

Asep Syarifudin selaku Bupati Kepulauan Seribu mengakui, akibat cuaca buruk, ribuan wisatawan yang hendak pulang ke rumah atau menuju Kepulauan Seribu terancam tidak bisa pergi. “Hari ini ada 4.800 wisatawan di Pulau Tidung yang hendak pulang, namun masih tertahan di sana. Arah sebaliknya, ada 6.000 wisatawan yang gagal berangkat ke Pulau Tidung,” kata Asep.

Ia menjelaskan, cuaca buruk sudah terjadi sejak Jumat (28/11). Saat itu ia hendak blusukan ke Pulau Harapan, namun karena tingginya ombak, kapal cepat yang ditumpanginya bersandar ke Pulau Air untuk mencari perlindungan.

Karena itu, Asep memaparkan, pihaknya mengimbau pemilik kapal dan para wisatawan untuk menunda keberangkata ke Kepulauan Seribu. Hal ini demi keselamatan para penumpang. “Saya sudah mengimbau pemilik kapal untuk tidak beroperasi selama seminggu. Di sisi lain, saya akan terus berkoordinasi dengan syahbandar. Apabila cuaca mulai membaik, kapal bisa kembali dioperasikan,” tutur Asep.

Menurut Asep, imbauannya menunda keberangkatan bukan karena melarang wisatawan berkunjung ke Kepulauan Seribu. Namun, ia lebih mengutamakan keselamatan para wisatawan. “Kami tidak melarang wisatawan ke sini. Tapi, alangkah baiknya ditunda dulu sampai cuaca membaik. Kalau kapal dipaksakan, itu berbahaya, kapal bisa terbalik di tengah laut,” kata Asep. ****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.