Destinasi Wisata Menara Kudus Bebas PKL

0
2237
Destinasi wisata Menara Kudus

KUDUS, test.test.bisniswisata.co.id: Destinasi wisata Menara Kudus kini kondisinya sudah berubah total. Perubahan yang menonjol, nampak lebih bersih, lebih tertata rapi, lebih nyaman dan aman, kian enak dipandang bahkan sudah bebas dari pedagang kaki lima (PKL).

“Sepanjang jalan menuju kawasan Menara Kudus tidak ada PKL sehingga terlihat lebih bersih dan rapi, yang membuat daya tarik wisatawan juga semakin meningkat. Upaya penataan kawasan objek wisata Menara Kudus, sudah dimulai dengan penataan kawasan taman parkir,” jelas Sudiharti, Pelaksana tugas Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kudus di Kudus, Jumat (11/12/2015)

Kios pedagang kaki lima yang awalnya terlihat kurang rapi, lanjut dia, saat ini sudah tertata dengan membangun kios serta taman. Jumlah kios yang akan terbangun dengan anggaran Rp3 miliar sebanyak 72 kios dengan ukuran 3X2 meter persegi.

Selain itu, kawasan tersebut juga dilengkapi taman sehingga wisatawan yang baru saja berziarah bisa bersantai sambil berbelanja oleh-oleh. Awalnya, kata dia, penataan kawasan tersebut juga mendapat penolakan para pedagang karena berbagai alasan. “Setelah mendapatkan penjelasan serta melihat hasilnya, kini mereka mulai sadar bahwa penataan tersebut untuk kepentingan bersama,” ungkap dia.

Pedagang yang menempati kios baru, lanjut dia, tidak akan dipungut biaya alias gratis. Sementara untuk mewujudkan jalan masuk menuju Menara Kudus bebas dari PKL, kata dia, sudah direncanakan lahan yang akan digunakan untuk menampung para PKL tersebut.

Lahan yang tersedia nantinya, papar dia, akan terbangun tempat pusat kuliner di Kecamatan Bae yang lokasinya tepi Jalan Raya Kudus-Colo yang menjadi perlintasan wisatawan yang hendak berziarah ke Makam Sunan Muria. Di lahan yang baru tersebut, kata dia, tidak hanya menjadi pusat kuliner khas Kudus, melainkan tersedia parkir bus yang luas karena lahan yang tersedia mencapai 2hektare.

Nantinya, ucap dia, PKL di Kudus lebih tertata dan tidak asal berjualan di tepi jalan umum yang bisa mengurangi keindahan kota. Untuk membangun pusat kuliner, kata dia, butuh anggaran yang cukup besar karena diperkirakan bisa mencapai Rp10 miliar. “Jika didukung dengan anggaran, tentunya upaya penataan kawasan objek Wisata Menara Kudus bisa segera direalisasikan,” tandas dia.

Apalagi, lanjut dia, objek wisata Menara Kudus dan Makam Sunan Muria merupakan objek wisata andalan di Kudus karena tingkat kunjungannya paling tinggi, dibandingkan destinasi wisata lainnya di Kudus. (*/e)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.