Destinasi Wisata Laut Merah Tetap Dibanjiri Wisatawan

0
2412
Destinasi wisata laut merah Mesir

MESIR, test.test.bisniswisata.co.id: PASCA pesawat Rusia jatuh di daerah Mesir yang berdampak pengentian penerbangan dari beberapa maskapai negara Eropa, ternyata tak menyurutkan wisatawan mancanegara (wisman) untuk tetap berwisata di kota Sharm-esh -Sheikh di pantai Laut Merah, Mesir.

Hotel Dreams Beach, salah satu hotel terkenal di kota pelancongan tersebut, masih menerima banyak wisatawan asing yang datang untuk menikmati pemandangan pantai dan terumbu karang yang mempesona.

“Saya tak bisa menemukan tempat yang lebih bagus di dunia dibandingkan dengan ini,” kata George Upsher dari London. Ia menyatakan ia menikmati Matahari terbit dari samping kolam renang di hotel tersebut. “Saya merasa aman di sini … keputusan pemerintah saya untuk mengungsikan wisatawan tak mempengaruhi saya. Saya akan pergi liburan saya berakhir.” Upsher mengatakan ia sering berkunjung ke Sharm-esh-Sheikh selama enam tahun ini, dan menekankan ia akan kembali lagi tahun depan.

Pada Kamis lalu (5/11), Inggris menghentikan semua penerbangan dari dan ke Mesir, setelah kecelakaan pesawat Rusia belum lama ini sehingga menewaskan semua 224 penumpangnya.
Tindakan itu dilakukan setelah beberapa media AS dengan mengutip sumber tanpa nama melaporkan satu bom yang mungkin diletakkan telah menyebabkan bencana tersebut.

Rusia kemudian bergabung dengan Inggris, Prancis, Jerman, Uni Emirat Arab dan Turki dalam mengalihkan pesawat mereka di atas wilayah Sinai atau membekukan penerbangan ke Sharm-esh-Sheikh. Bahkan, Presiden Rusia Vladimir Putin pada Jumat memerintahkan semua penerbangan pesawat negaranya dari dan ke Mesir dihentikan sementara spekulasi merebak mengenai kemungkinan serangan teror terhadap pesawat Rusia itu.

Moskow dan London sudah menarik ribuan wisatawan yang terjebak dari Sharm-esh-Sheikh selama dua hari belakangan, kata kantor berita Xinhua, Rabu (11/11/2015).

Tindakan tersebut diperkirakan bisa menambah parah resesi yang sudah menyelimuti sektor pariwisata yang sudah dirundung masalah di Mesir dan telah menjadi salah satu sumber penghasilan nasional negeri itu serta cadangan devisnya.

Ternyata keputusan tersebut tampaknya tidak mempengaruhi sebagian wisatawan asing di kota pelancongan itu. “Semua ini terjadi dan itu membuat takut orang, tapi keamanan telah ditingkatkan. Saya hanya akan pergi ketika pesawat saya datang. Saya sangat bahagia di sini dan tentu saja saya akan tetap berada di sini untuk sementara,” kata seorang perempuan yang berusia 40-an tahun dari Inggris. Ia tak mau jatidirinya disebutkan.

Di sepanjang pasir keemasan di pantai pelancongan itu, puluhan wisatawan berjemur di bawah sinar Matahari, sementara banyak pelancong lagi menikmati air yang hangat. “Saya datang ke sini setelah pesawat (Rusia) jatuh. Saya tidak takut … saya berharap ada pengawasan keamanan yang lebih ketat,” kata Ilnur Savganov, wisatawan Rusia yang berkunjung ke Mesir bersama keluarganya. “Saya hanya akan pergi ketika liburan berakhir. Saya tidak perlu pergi lebih awal,” tambah lelaki muda itu.

Ada sebanyak 400 perusahaan Rusia yang beroperasi di Mesir, dan lebih dari tiga juta wisatawan Rusia mengunjungi Mesir setiap tahun. (marcapada2015@yahoo.co.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.