Destinasi Wisata Danau Limboto Direvitalisasi

0
1110
Matahari terbenam di Danau Limbato

GORONTALO, Danau Limboto – danau terbesar di Gorontalo, kini Danau ini mengalami pendangkalan dan penyusutan luas, yang menyebabkan menurunnya daya tampung atau debit air. Padahal dulu, danau ini menjadi salah satu penyelamat pada saat terjadi banjir di Gorontalo.

Bahkan Danau Limboto memiliki luas kurang lebih sekitar 3000 hektar, menjadi kawasan wisata yang paling banyak dikunjungi wisatawan lokal, nasional juga internasional. Kunjungan turis itu lantaran danau ini memiliki tanaman bunga teratai juga enceng gondok yang cantik, unik dan menarik.

Bunga Teratai itu berkembang saat musim bunga telah tiba. Pada musim ini, eceng gondok dan gelagah akan berbunga, serta menerbakan bau wangi yang semerbak. Terlebih lagi jika bersamaan dengan merekahnya bunga-bunga teratai, sebagian permukaan Danau Limboto akan tertutupi bunga teratai yang indah.

Selain itu, Wisatawan yang berwisata di Danau Limboto dapat melakukan aktivitas seperti memancing, berkeling danau dengan perahu, menyaksiakan sekelompok burung liar yang melintas danau, juga bisa menyaksikan matahari yang terbit maupun tenggelam. Dan yang tak ketinggalan lagi, wisata kuliner dengan mencicipi ikan bakar nan lezat. Ikan danau adalah gabus, mujair, nila yang disantap dengan sambal dabu-dabu.

Lokasi Objek Wisata Danau Limboto Gorontalo dekat dengan Bandara Jalaluddin sehingga membuat pengunjung dari luar Gorontalo tidak terlalu sulit untuk mencapainya. Dari Bandara menuju Danau Limboto dapat ditempuh dengan menggunakan taksi ataupun mobil sewaan yang banyak menunggu di sekitar bandara.

Di kampung Kayudurian, salah satu kampung yang berada di tepi Danau Limboto, Anda dapat dengan muda menemui pendayung yang siap mengantar berkeliling danau. Para pendayung ini akan menawarkan beberapa rute berperahu seperti ke bagian penjual ikan, berkeliling danau di sekitar kampung Kayudurian, ataupun berperahu menyebrangi Danau Limboto. Harga untuk berperahu ini, nantinya bergantung rute dan kesepakatan antara pendayung dengan wisatawan.

Sayang, Danau Limbato kini harus diselematkan, direvitalisasi dengan melakukan pengerukan sedimentasi danau serta pembangunan tanggul di pinggir danau. Dari data yang ada menyebutkan luas danau Limboto hingga 2007 hanya tersisa 2.537 hektare dengan kedalaman berkisar 2-2,5 meter saja. Jumlah ini terus mengalami penyusutan.

Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie menjelaskan danau Limboto masuk dalam daftar 15 danau yang akan diselamatkan, maka dari itu, proses revitalisasi dana tersebut harus segera diselesaikan, agar danau dapat difungsikan kembali.

“Danau Limboto masuk dalam daftar 15 danau di Indonesia yang akan diselamatkan, makanya proses revitalisasi oleh Balai Sungai Wilayah Sulawesi 2 harus segera selesai” ungkap Rusli Habibie seperti diunduh laman Liputan6.com, Senin (20/10/2014).

Kepala Balai Sungai Wilayah Sulawesi 2, Valiansyah mengungkapkan, proyek revitalisasi danau Limboto ini menelan anggaran lebih kurang Rp.700.000.000.000 yang bersumber dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Rp. 300.000.000.000 di antaranya sudah terserap untuk proyek tersebut.

“Ya jadi jelas, anggaran dari Kementrian PU itu berjumlah tujuh ratus milyar rupiah, dan sekarang sudah terpakai tiga ratus milyar, untuk proyek itu (revitalisasi)” ujar Valiansyah,

Proyek revitalisasi danau ini juga meliputi pengerukan sedimentasi danau serta pembangunan tanggul di pinggir danau. Dari data yang ada menyebutkan luas danau Limboto hingga 2007 hanya tersisa 2.537 hektare dengan kedalaman berkisar 2-2,5 meter saja. ****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.