Destinasi Wisata Bunaken Berharap Pembentukan Badan Otorita

0
575
Diving (Foto: Tanya G Burneit & Kevin palmer - birdsheadseascape.com)

MANADO. test.test.bisniswisata.co.id: Pembentukan Badan Otorita Taman Nasional Bunaken di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) diharapkan menjadi solusi tumpang tindih atas pengelolaan kawasan itu. Akibat tumpang tindih pengelolaan yang terjadi selama ini, pihak-pihak yang berkepentingan mengelola kawasan wisata Bunaken yang sudah mendunia enggan mengalokasikan dana

“Masyarakat justru jadi korban. Karena itu, pembentukan Badan Otorita menjado solusi terbaik dalam mengatasi destinasi wisata Bunaken. Sehingga ke depannya akan lebih bagus dan masyarakat dapat merasakan dampaknya yang positif,” papar Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw di Manado, Selasa (23/08/2016).

Dilanjutkan, dengan terbentuk badan otorita, pengelolaan dan pengembangan kawasan wisata Bunaken dapat lebih terarah dan berkelanjutan. “Manakala pengelolaan Taman Nasional Bunaken ini tumbuh lebih baik maka akan memberikan dampak pada peningkatan perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya serius.

Salah satu destinasi wisata di Sulut itu dikelola Balai Taman Nasional Bunaken di bawah kendali Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Pemerintah Provinsi Sulut sempat mengkritisi upaya pelestarian kawasan yang dikelola BTNB. Alasannya instansi tersebut memungut retribusi namun belum optimal membersihkan Bunaken dari sampah.

Kemarahan Pemprov Sulut memuncak manakala beberapa kapal pariwisata yang mengangkut wisatawan mancanegara tidak diizinkan masuk ke kawasan Taman Nasional Bunaken.

Pemerintah daerah menilai upaya menggerakkan sektor pariwisata di provinsi berpenduduk lebih dari 2,5 juta jiwa itu kurang didukung dengan kebijakan BTNB. “Mudah-mudahan setelah ada Badan Otorita Bunaken, pengelolaan wisata di kawasan ini semakin profesional dan mampu mewujudkan harapan Sulut menjadi Bali kedua di Indonesia,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Ketua Umum Duta Wisata (DWS) Sulawesi Utara Yerry Tawaluyan mengatakan, Taman Nasional Bunaken sebagai ikon pariwisata harus dijaga kebersihannya dan dilestarikan keanekaragaman hayati yang ada. “Manakala wisatawan mancanegara mau menyelam ke Indonesia, otomatis pikiran pertama mereka adalah Bunaken. Karena itu, seluruh unsur masyarakat ikut berkontribusi minimal mempromosikan Bunaken bersih,” ajak Tawaluyan.

Menurut dia, menjadikan Bunaken sebagai destinasi wisata kelas dunia, harus dijauhkan dari pemikiran ego sektoral pemerintah daerah yang berpikir bahwa taman nasional ini hanya dimiliki Kota Manado. “Berpikirlah bahwa Bunaken merupakan milik Sulut, milik kita semua, sehingga ada upaya bersama menjadikan salah satu tujuan wisata di provinsi ini terpelihara dan lestari,” katanya.

Pemerintah provinsi, kata dia, tengah giat-giatnya mempromosikan pariwisata di daerah berpenduduk lebih dari 2,5 juta jiwa ini. Dan hasilnya, ribuan wisatawan dari Tiongkok datang ke Manado dan mengunjungi lokasi-lokasi wisata di sejumlah kabupaten dan kota lainnya setelah dibukanya langsung penerbangan Cina.

“Menjadi harapan kami perusahaan-perusahaan di Sulut berbuat sesuatu untuk Bunaken, sebab yang paling dibutuhkan di sana yaitu toilet dan menata kembali para penjual makanan dan souvenir. Pakai sistem bapak angkat, 10 perusahaan misalnya membangun kios serta membantu modal usaha,” usulnya seperti dilansir laman Antara.

DWS, kata dia, telah memberikan contoh bagaimana mengambil inisiatif sebagai komunitas masyarakat telah berkontribusi melakukan bersih-bersih Bunaken tanpa harus menunggu bantuan dari pemerintah atau lembaga lainnya. “Satu harapan kami lembaga-lembaga kemasyarakatan ikut serta memajukan destinasi wisata di daerah ini termasuk Bunaken,” katanya.(*/ANO)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.