Home INDEX Desainer Kimberly Tandra Terinpirasi Keindahan Langit

Desainer Kimberly Tandra Terinpirasi Keindahan Langit

0
958
Kimberly Tandra (tengah)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Langit itu indah. Langit itu penuh warna. Langit itu beragam hiasan. Dan langit itu sumber inspirasi. Konsep Langit yang disebut atmo(s)pharia itu, ternyata menjadi insiprasi terbaru dessainer muda Kimberly Tandra. Sebelumnya desianer kelahiran Surabaya mengadirkan karya rancangan yang luar biasa bertema futuristik pada tahun 2015.

Dan 2016, Kimberly Tandra menyajikan langit yang kaya warna, penuh hiasan burung – burung berterbangan, penuh awan yang mempesona. Fantasi desainer yang tengah menyelesaikan pendidikan ESMOD Jakarta ini, dengan percaya diri melepas koleksi kedua.

Sebanyak 45 koleksi busana bertema atmo(s)pharia dihadirkan Kimberly dalam tiga sequence. Sequence pertama, disajikan 15 busana bertema langit pada malam hari. Sequence kedua, ada 15 busana untuk tema langit pada pagi hari. Sequence ketiga ditutup dengan menghadirkan 15 busana dalam tema langit pada sore hari.

“Busana yang aku hadirkan memang tidak biasa, tetapi masih bisa dikenakan dalam acara-acara khusus. Lewat konsep atmo(s)pharia ini, aku ingin mengenalkan eksistensi sebagai desaigner baru pada dunia mode. Semoga dengan show berkonsep keindahan langit ala Kimberly Tandra, kiprahku bisa diperhitungkan, bisa dilirik pengemar mode bahkan bisa menjadi inspirasi bagi lainnya,” tutur Kimberly saat menampilkan rancangannya di Kota Kasablanka Mal, Jakarta, Minggu (29/5) petang.

Desainer kelahiran 5 September 1998 ini, sengaja mengangkat tema langit, yang dirasakan tema ini sangat unik, menarik dan artistik karena langit bagi desianer murah senyum ini, memiliki warna yang sangat kontras, sangat eye catching untuk ditampilkan.

Untuk design, Kimberly lebih memfokuskan kepada details, mengandalkan potongan yang sederhana namun memiliki details yang unik. Details unik tersebut meliputi fabric printing dan laser cutting pada kain. Bahkan ada beberapa detail yang menampilkan bordiran. Dan Keidahan langit tersebut tidak lengkap tanpa kehadiran burung – burung sebagai pelengkap, juga kehadiran awan mega putih bersih yang menginspirasi.

“Pada sequence pertama, semua busana memakai warna hitam yang menggambarkan langit pada malam hari. Tetapi pada sequence kedua dan ketiga aku fokus pada warna biru, sebagai penggambaran langit pada pagi hari, dan ditambahkan oleh berbagai jenis burung, seperti burung kakaktua yang identik dengan Indonesia.” tambah Kimberly.

Ditambahkan, bukan hanya busana yang ditonjolkan, namun dalam fashion show kali ini, juga menggandeng seorang pengrajin headpiece untuk melengkapi penampilan karya busananya. “Saya berkolaborasi dengan Oscar Daniel. Dia adalah salah satu seniman dari Surabaya,” tambahnya.

Sebagai desainer pendatang baru di industri mode, Kimberly juga mengaku tertantang untuk unjuk diri. “Saya ingin membuktikan bahwa seorang yang berstatus mahasiswa pun bisa menghasilkan karya yang tak biasa di tengah kesibukan kuliah yang menyita waktu dan tenaga sangat banyak,” lontarnya.

Tantangan itulah yang membuat Kimberly Tandra lebih bersemangat untuk menciptakan koleksi atmo(s)pharia ini. “Untuk menggapai mimpi dan tujuan hidup memang tidak mudah, saya sendiri menantang diri saya untuk melakukan hal- hal yang tidak biasa. Seperti menjadi mahasiswa dengan berbagai kesibukan, dan menjadi designer dengan kesibukan yang lebih banyak.” sambungnya.

Berpegang pada semangat itulah, Kimberly membuat lini busana disaat menyelesaikan kuliahnya.“Rancanganaku eksklusif, karen tidak dibuat massal. Bisa jadi, satu desain hanya satu produksi saja.Konsep eksklusif itulah yang aku harapkan bisa membuat lini busana aku spesial di mata peminatnya nanti,” kata Kimberly.

Jika ingin tahu koleksi apa saja yang dimiliki desainer yang berstatus mahasiswa ESMOD ini, silakan kunjungi lamanya; kimberlytandra.com, dan Instagramnya @kimberlytandraofficial. (endy)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.