Desainer Itang Yunasz: Busana Kaftan tak Lagi Ngetren

0
1800
Busana muslim karya Itang Yunasz

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Tampil cantik dan menarik merupakan suatu keharusan, termasuk saat bulan Ramadhan. Bagi wanita berhijab, mengikuti tren busana Muslim merupakan salah satu cara untuk menyempurnakan penampilan.

Desainer Itang Yunasz mengatakan tren busana Muslim pada Ramadhan tahun ini bergaya simpel dengan mengikuti lekungan bentuk tubuh si pemakai. “Orang lebih senang busana Muslim yang sesuai body shape tapi tidak di luar kaidah Islam. Biasanya memakai outer panjang, lalu ada tumpukan sehingga membentuk layer melambai ke bawah,” ujar Itang seperti dikutip Republika.co.id, Rabu (14/06/2017).

Bahkan, menurutnya busana seperti kaftan tidak lagi menjadi tren baju Muslim tahun ini. Pecinta fesyen lebih suka memakai pakaian seperti dress dan gamis. Sedangkan untuk warna, akan berbeda dibanding tahun lalu. Warna yang dihadirkan tahun ini akan lebih tegas. Seperti warna hitam, marun dan warna-warna nuansa alami lainnya.

Sementara untuk model busana, akan didominasi seperti minimalis. Sehingga akan tetap membuat para wanita terlihat modern. “Sekarang kalau aku melihat teman-teman hijab banyak yang pakai pakaian formal, seperti kemeja yang dipadu dengan outer,” ungkapnya.

Tak bisa dipungkiri, dunia fashion terus bergerak, bertumbuh dan berkembang. Saat ini trend fashion gaya berbusana kaum muslimah Indonesia lagi berkiblat ke fashion dengan style Timur Tengah atau Middle East. Mulai dari ciput Arab dengan berbagai variasinya, serbuan pasmina import dari Cina. Nah ada lagi yang lagi booming yaitu trend baju kaftan, semakin semarak aja apalagi banyak dipakai oleh artis-artis dan mc-mc di TV, seperti Syahrini dll.

Kaftan berasal dari kata Persia – ġaftān. Awalnya adalah mantel yang digunakan oleh pria, biasanya mencapai ke mata kaki dengan lengan panjang, dan memiliki kancing dibagian depan. Bahannya terbuat dari wol, kasmir, sutra, atau katun dan seringkali dikenakan dengan sabuk (sash).

Di Rusia kata kaftan digunakan untuk jenis pakaian: sejenis jas panjang pria dengan lengan yang ketat. Warna yang paling sering digunakan adalah biru. Kaftan sutra Rusia, celana linen biru bergaris, sepatu bot berkuda, selempang sutra, topi bulu, dan cambuk yang selalu ada.

Berbeda dengan di Maroko, kaftan hanya dikenakan wanita, yang secara substansial berbeda dengan Turki. Gayanya bisa kasual atau sangat formal, tergantung pada bahan yang digunakan dan dapat dipakai untuk pesta perjamuan makan malam, mandi bayi, pesta pertunangan dan pernikahan.

Namun di Afrika Barat, kaftan adalah jubah pull-over yang dapat dikenakan oleh laki-laki dan perempuan. Untuk wanita disebut kaftan atau boubou, sementara untuk laki-laki disebut Senegalese kaftan.

Kaftan adalah model pakaian dari Timur Tengah dengan design lengan yang panjang dan ukuran yang longgar. Dalam beberapa tahun terakhir, jenis pakaian ini telah mencuri perhatian dalam dunia fashion khususnya untuk wanita. Bahkan kini melanda Indonesia, benarkah busana kaftan sudah tidak ngetrend lagi?

Menurut pakar fashion dari India, Pria Kataria Putri, trend model baju yang satu ini mulai populer pada tahun 2009. Hal ini didukung dengan meningkatnya popularitas gaya tahun 70an dan 80an di kalangan masyarakat perkotaan. Walaupun pada awalnya pakaian ini diciptakan untuk pria, namun belakangan pengembangannya lebih banyak ditujukan untuk wanita. Model baju ini sendiri diprediksi tidak mudah untuk termakan jaman.

Banyak orang mengidentikkan busana Kaftan dengan acara-acara religi seperti puasa, lebaran, dan sejenisnya. Mungkin karena jenis busana ini kiblatnya dari Timur Tengah. Tapi tahukah Anda apa dan bagaimana sih sebenarnya busana Kaftan itu.

Jadi sebenarnya Kaftan bisa dipakai dalam segala kesempatan, asalkan bentuk dan modelnya disesuaikan acara atau kegiatan tersebut. Disamping sangat cocok dipakai untuk busana muslimah dengan padanan jilbab, Kaftan juga bisa dipadu padankan dengan baju celana panjang untuk kantor.

Tentunya, model Kaftan untuk ini dibuat lebih simple dari model busana-busana Kaftan yang sering kita lihat selama ini, yaitu long dress dengan hiasan batu-batuan atau mote dan payet di sana sini. Busana Kaftan yang telah dimodifikasi untuk pakaian kantor biasanya berlengan pendek dan sedikit hiasan.

Busana Kaftan, yang di Indonesia kemudian lebih popular dengan sebutan baju kelelawar atau gamis kalong ini awalnya memang dipopulerkan oleh para selebritis Timur tengah. Karena berasal dari Negara berpenduduk muslim, tentu saja busana Kaftan ini aslinya cenderung menutupi aurat.

Bentuknya longdress dengan lengan yang lebar menyerupai sayap kelelawar sehingga tak heran orang Indonesia juga menamainya seperti bentuknya. Ke-eleganan Kaftan lebih terlihat dari bahan pembuatnya yang biasanya memakai kain sifon atau sutra.

Untuk yang asli dan bagus memang harganya biasanya mahal. Tapi jangan khawatir, sudah banyak busana-busana tiruan untuk model Kaftan ini yang pastinya dengan harga yang terjangkau walaupun bukan terbuat dari sutra.

Model busana yang berasal dari Maroko ini memang identik dengan busana muslimah karena kebanyakan bentuknya yang panjang dan tertutup, apalagi jika dipadukan dengan jilbab. Lalu dengan pemikiran busana penutup aurat itu, Kaftan menjadi tren sebagai busana acara-acara keagamaan khususnya lebaran.

Tapi perkembangannya sekarang ini Kaftan telah digunakan banyak orang untuk acara-acara non religi, seperti dijadikan pakaian kerja dipadu-padankan dengan celana panjang dan menggunakan sedikit saja hiasan, baju santai dibuat lebih sederhana misalnya polos tanpa hiasan atau dengan hiasan tapi sangat minim dan dibuat dengan jenis lengan pendek. Selain itu, bisa juga dipakai pada acara-acara pesta atau bisa juga sebagai gaun malam.

Booming busana Kaftan ini di Indonesia sebenarnya sudah agak terlambat karena busana ini sebenarnya sudah ada dan diperkenalkan jauh sebelum masuk dan jadi populer di negara ini. (*/BBS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.