Desainer Inggris Rancang Busana dari Bahan Daur Ulang

0
707

LONDON, test.test.bisniswisata.co.id: Desainer Inggris, Valerie Goode, menciptakan lini busana khusus wanita dengan konsep etis dan berkelanjutan bernama Kitty Ferreira UK. Fesyen ramah lingkungan itu menyandingkan gaya kota yang chic dan elegan dengan nilai-nilai etis terhadap semesta.

Lulusan London College of Fashion itu menggunakan bahan dasar daur ulang yang ramah lingkungan dan menjaga jejak karbon serendah mungkin saat memproduksi busana. Salah satunya dengan membuat busana dari kain buatan tangan yang dicelup bahan alami, termasuk buah delima dan kulit bawang.

Perempuan yang pernah bekerja dengan brand ternama Topshop, Miss Selfridge, dan Burberry itu terinspirasi menggagas mereknya setelah menyaksikan polusi dahsyat di Cina. Ia menyebutkan, fesyen adalah industri yang paling menyebabkan polusi setelah industri minyak.

“Sebagai seorang perempuan kulit hitam yang telah melihat bagaimana seluk-beluk industri fashion dan betapa tidak etisnya semua itu, saya merasa harus melakukan sesuatu,” ujar Goode kepada laman The Voice, Senin (27/06/2016).

Perempuan yang menamai brand-nya dari nama sang nenek itu mengungkap sejumlah fakta soal fashion. Misalnya, bahwa sekitar 40.000 sampai 50.000 ulat sutra direbus hidup-hidup hanya untuk membuat satu kemeja sutra.

Goode juga hendak menghapuskan kesan buruk pada busana daur ulang yang sesungguhnya bisa dirancang menjadi sesuatu yang mewah. Menurut ia, definisi sejati dari konsep upcycle yang diaplikasikannya ialah mengubah barang yang sudah ada menjadi produk baru dengan nilai yang lebih baik.

“Saya suka berpikir busana bisa menceritakan kisah tidak hanya berdasarkan gaya atau era tertentu, tapi juga nilai-nilai yang diusung,” ujar Goode yang mereknya menyabet penghargaan Royal College of Art. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.