Depresiasi Yen Dorong Minat Pelancong ke Jepang

0
953
Tokyo shop

TOKYO, test.test.bisniswisata.co.id: Jepang diperkirakan menjadi tujuan utama perjalanan bagi wisatawan di Asia Pasifik tahun depan, meskipun perekonomian di Negeri Sakura tengah dibayangi ketidakpastian. Depresiasi yen dinilai sebagai faktor utama pendorong minat para pelancong manacengara ke Negeri Sakura.

Dalam survei yang bertajuk “The Travellers Choice Destinations” dari Tripad Advisor, Senin, sejumlah kota di Jepang berhasil memperbaiki citranya sebagai destinasi wisata yang menarik di kawasan Asia Pasifik. Kota Naha di Provinsi Okinawa selatan menduduki peringkat keempat di Asia dan keenam di seluruh dunia sebagai kota tujuan wisata.

Menurut statistik dari Organisasi Pariwisata Nasional Jepang (JNTO), jumlah wisatawan asing ke Jepang meningkat 28 persen pada tahun ini, pada periode Januari–November. Depresiasi mata uang yen dinilai menjadi faktor utama penguatan daya tarik Jepang bagi wisman. Pelemahan ini berkaitan erat dengan biaya perjalanan bagi para wisman.

“Jepang selalu menjadi tujuan populer, tetapi mengingat bahwa yen sekarang 15 persen lebih murah untuk semua orang yang datang ke negara itu, Negeri Sakura lebih dan lebih populer,” ungkap Abhiram Chowdhry, wakil presiden Hotels.com Asia-Pasifik.

Yen terdepresiasi cukup tajam terhadap mata uang global tahun ini sebagai dampak dari kebijakan yang diluncurkan Perdana Menteri Shinzo Abe untuk menghidupkan kembali perekonomian. Bahkan, yen sempat melemah 20 persen terhadap dollar AS belum lama ini dibandingkan tahun lalu.

Wisatawan dari Asia-Pasifik terus memelopori booming di perjalanan internasional. Menurut IPK International dalam laporan perjalanan tahunan yang dirilis bulan ini, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) dari Asia tumbuh 8,0 persen selama delapan bulan pertama tahun ini. Angka ini dua kali lipat dari rata-rata global.

“Sejauh tujuan yang bersangkutan, sebagian besar orang Asia atau sekitar 75 persen lebih memilih untuk liburan di benua mereka sendiri,” lapor IPK.

Di luar Jepang, ada Hong Kong yang menjadi tujuan wisatawan berikutnya. Pada 2013 dan 2014, Hong Kong berada di peringkat pertama, namun pada 2015 diperkirakan bergeser ke posisi ketiga menurut hasil survey Hotel.com.

Chowdhry tidak yakin penurunan itu disebabkan protes prodemokrasi kota baru-baru ini. “Gerakan tidak menakut-nakuti wisman. Kami mengamatinya melalui harga dan tingkat hunian di Hong Kong yang cukup stabil dan sekarang protes telah mereda. Saya berharap kota tetap kuat.”

Sementara itu, Seoul yang tahun lalu menempati peringkat kedua tahun depan diperkirakan turun ke posisi kelima. Namun, kota tampaknya diatur untuk kembali naik pada daftar berkat arus pariwisata mewah dari Tiongkok yang kuat.

Dua kota di Thailand juga berhasil menempati peringkat 10 besar tujuan wisata 2015 menurut Hotel.com. Bangkok mengambil tempat keempat, dan Phuket di posisi kesembilan. Sektor pariwisata Thailand, yang menyumbang sekitar 10 persen dari produk domestik bruto (PDB), telah mendapat pukulan berat sejak krisis politik dimulai pada akhir 2013. ****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here