Demi Majukan Pariwisata, Investor Asing Diundang Kelola Bandara

0
488
Bandara H.AS. Hanandjoeddin Tanjung Pandan Belitung

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengundang investor asing untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam pengelolaan bandara dan pelabuhan di Indonesia. Kemenhub rela membagi sebagian sahamnya kepada investor asing yang berminat. langkah menarik investor dilakukan untuk mendorong konektivitas karena menimbang terbatasnya anggaran negara.

“Selain mengundang asing, pihaknya juga mengundang investor swasta pribumi dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam pengelolaan bandara dan pelabuhan tersebut. Pasalnya dia menilai, pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan kas negara untuk mengembangkan bandara dan pelabuhan yang ada di Indonesia,” papar Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi di Jakarta, Senin (10/10/2016).

Dia memberikan catatan, bandara dan pelabuhan yang akan diserahkan kepada asing, swasta dan BUMN adalah yang telah berkategori untung. Setidaknya, pemerintah rela menyerahkan 49% kepemilikan sahamnya kepada mereka yang berminat. “Dalam diskusi kami. Kita siap untuk memberikan katakanlah 49%, bandara yang untung kepada asing supaya memberi suatu persepsi yang baik,” lontarnya.

Dan uang itu, sambung Menhub, bisa membangun bandara yang lain, katakan satu contoh Kualanamu kita jual suatu besaran yang baik. Angkasa Pura II (AP II) dapat uang kita berikan Belitung dan Radin Inten,” sambungnya.

Mantan Dirut PT Angkasa Pura II (Persero) ini memperkirakan, setidaknya ada sekitar tujuh sampai 12 bandara yang bisa dikelola BUMN dan swasta. Sementara pelabuhan, setidaknya ada 22 hingga 50 pelabuhan‎ yang bisa dikelola bersama.

“Kalau bicara bandara, kita sudah menginventarisir 7-12 bandara yang kita akan serah terimakan kepada Angkasa Pura I dan II dan swasta. Sudah menetapkan 22 pelabuhan, mungkin sampai 50. Kita akan berikan Pelindo dan swasta. Itu akan memberikan ruang bagi kita di mana APBN relatif tidak dapat mengcover semuanya,” pungkasnya.

Ditambahkan, Langkah pemerintah untuk membuka luas konektivitas salah satunya untuk mendukung kemajuan sektor pariwisata. Budi Karya mengatakan, pemerintah akan juga menjadikan Belitung sebagai salah satu bandara internasional. “Ada beberapa yang kami laporkan berkaitan pariwisata seperti Belitung. Jalannya bagus pemandangan wow sekali, bandara tidak begitu besar panjangnya 1.600 sampai 2.000 meter. Kemarin kita putuskan Desember ini Belitung menjadi bandara internasional” ujar dia.

Upaya pemerintah demi mendorong kemajuan pariwisata bukan isapan jempol semata. Sebelumnya, pemerintah juga membuka akses penerbangan menuju Bandara Silangit. “Di Silangit 3 bulan atau 6 bulan yang lalu tidak satupun bandara atau penerbangan di sana. Garuda terimakasih, pionir. Sekarang sudah 4 penerbangan satu hari karena kita lihat Toba begitu indah,” tutup Budi Karya. (*/BBS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.