Delay Lion Air Perburuk Citra Penerbangan Indonesia

0
953
Penumpang lion Air terlantar di bandara

JAKARTA, BISNISWISATA.CO.ID: Citra penerbangan Indonesia kembali tercoreng. Setelah Air Asia jatuh di laut, kini Lion Air menelantarkan penumpang selama 3 hari. Keterlambatan penerbangan atau delay maskapai Lion Air terjadi sejak Rabu (18/2) hingga Jumat (20/2) dengan menelantarkan penumpangnya di Bandara Soekarno Hatta.

“Ini citra buruk penerbangan Indonesia. Ini bakal berulang kalau pemerintah tidak tegas turun tangan,” kata Wakil Ketua Asita Asosiasi Agen Perjalanan dan Tur Indonesia) Jakarta Rudiana di Jakarta, Jumat (20/2).

Menurut Rudiana, keterlambatan jadwal penerbangan Lion Air kali ini bukanlah yang pertama. Maskapai penerbangan tersebut bahkan disebutnya memang sudah punya citra buruk bahkan langganan soal keterlambatan jadwal pemberangkatan. “Ini tidak boleh terjadi sampai seperti ini, sangat memalukan. Masak itu landasan pacu dipenuhi orang seperti terminal bus,” katanya.

Rudiana mengimbau ketegasan pemerintah untuk menertibkan maskapai penerbangan yang ada agar tidak terus merugikan
masyarakat. Pasalnya, hak konsumen seringkali terabaikan dalam kejadian keterlambatan (“delay”) penerbangan seperti itu. “Pemerintah yang punya aturan dan regulasi untuk menertibkan maskapai-maskapai ini supaya tidak merugikan konsumen. Itu kan ada aturannya, telat berapa jam dikasih apa. Itu yang harus ditegaskan,” katanya.

Dilanjutkan, aturan dimana maskapai harus menyediakan pesawat cadangan atau pengoperan ke maskapai lainnya juga harus ditegaskan dalam kejadian seperti yang sedang terjadi. “Itu ada aturannya, kalau tidak dijalankan dan tidak ditegaskan, bakal terus berulang,” ujarnya.

Disisi lain, Rudiana mendesak pemerintah tidak pilih kasih dan bisa bersikap tegas pada maskapai Lion Air yang telah merugikan ribuan penumpang karena keterlambatan jadwal penerbangan terjadi sejak Rabu (18/2). “AirAsia langsung kena ‘suspend’ (dihentikan operasinya untuk sejumlah rute). Nah Lion Air juga sama. Pemerintah harus tegas dalam aturan yang berlaku, jangan pilih kasih,” paparnya.

Tindakan tegas pemerintah, menurut Rudi, diperlukan agar keterlambatan jadwal penerbangan maskapai tidak berlangsung
hingga berjam-jam tanpa ada kepastian.

Terlebih keterlambatan jadwal penerbangan Lion Air kali ini bukanlah yang pertama. Maskapai penerbangan tersebut bahkan disebutnya memang sudah punya citra buruk soal keterlambatan jadwal pemberangkatan. “Pemerintah harus ambil tindakan walaupun tingkatan sanksinya nanti tergantung Kementerian Perhubungan,” katanya.

Menurut Rudiana, pemerintah harus mengambil tindakan tegas untuk memperbaiki citra buruk penerbangan Indonesia atas
kejadian seperti ini. Meski di sisi lain, masyarakat pun dipastikan akan berpikir dua kali untuk kembali menggunakan jasa maskapai tersebut di masa mendatang.

“Dampaknya bisa besar dan meluas. Saya kira orang akan berpikir dua kali untuk naik maskapai itu kecuali karena
‘keterpaksaan’ seperti soal harga, jadwal terbang atau wilayah destinasi,” ujarnya. ****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here