Deddy Mizwar: Jangan Sembarangan Beri Izin Hotel

0
644
HOtel Club Bali Cianjur Roboh. (Foto: detik.com)

BANDUNG, test.test.bisniswisata.co.id: ROBOHNYA Hotel Club Bali Komplek Vila Kota Bunga di Desa Batulawang Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mendapat perhatian serius dari Wakil Gubernur Jawa Barat. Apalagi, dalam musibah ini menyebabkan tiga orang tamu hotel asal Bandung tewas, tertimbun longsor.

Agar kejadian ini tak terulang kembali, Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar meminta supaya Pemkab Cianjur mengevaluasi pembangunan gedung seperti hotel di daerah rawan longsor. Jangan sampai hotel dibangun hanya mementingkan pemandangan indah saja namun tidak mempertimbangkan tingkat geologis seperti gerakan tanah dan kemiringan lereng.

“Harus diperhatikan pembangunan di daerah rawan longsor seperti di Cianjur. Walaupun itu daerah pariwisata, namun jangan sembarangan bikin hotel di tebing-tebing. Juga pembangunan hotel jangan hanya mementingkan view yang indah saja, tapi tidak menghiraukan unsur keamanan. Kejadian ini harus menjadi pembelajaran agar tidak memakan korban lagi,” tegas Wagub Deddy di Gedung Sate Bandung, Kamis (10/03/2016).

Selain itu, sambung mantan bintang film, perlu ada izin lebih ketat untuk hotel atau perumahan yang membangun dikawasan lereng-lereng. Jadi bukan hanya lokasi pembangunan, namun lingkungan sekitar juga harus mendukung. “Ini kan gerakan tanah yang menimpa hotel. Jadi bukan hanya tempat dimana dibangun. Tapi lingkungan sekitarnya juga,” tutur Deddy.

Karena itu Deddy meminta Pemkab Cianjur untuk mengevaluasi pemberian izin di daerah-daerah yang rawan longsor. “Saya kira Cianjur harus evaluasi, pembangunan harus sesuai dengan tata ruang. Saya tidak tahu, apa izin hotel itu sesuai tata ruang apa tidak,” lontarnya.

Jika pembangunan tidak sesuai dengan tata ruang, tambah Wahub, hal itu bisa dipidanakan karena masuk ranah kriminal. “Jangan main-main, tata ruang bisa pidana itu. Sesuai atau tidak, kalau tidak, aparat penegak hukum bisa masuk. Pengembang atau pemilik juga yang memberi izin bisa kena itu,” jelas Deddy.

Terkait robohnya Hotel Club Bali, Wagub menilai hal itu bisa jadi karena adanya kesalahan izin bangunan. Membangun gedung komersil tanpa mempertimbangkan letak geografis secara benar, jelas sangat membahayakan orang lain. Apalagi tanah di Jabar yang subur menyebabkan kondisi sangat labil, terlebih saat musim hujan seperti ini.

Korban yang tewas tertimbun reruntuhan Gedung Hotel Club Bali yakni pasangan suami istri, Budi dan Meilany yang berprofesi sebagai dokter di Rumah Sakit Adven-Bandung. Juga Susanto yang tertimbun atap beton bangunan. Ketiga jenazah itu selanjutnya dibawa ke RSUD Cimacan, untuk dilakukan otopsi. (*/e)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here