Deddy Mizwar Akui Kunjungan Wisman ke Jabar Rendah

0
287
Green Canyon wisata unggulan Jawa Barat

BANDUNG, bisniswisata.co.id: Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Deddy Mizwar mengakui kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Jabar akhir-akhir ini sangat rendah dan masih sangat kecil. Padahal potensi wisatanya sangat luar biasa, beranekaragam dan sangat indah.

“Kenapa wisman ke Jabar masih sangat kecil hanya 1,1 juta? Ini karena aksesibilitas. Meski demikian kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) tercatat paling tinggi dibandingkan provinsi lain,” kata Deddy Mizwar di Bandung, Selasa (14/3/2017).

Menurut mantan bintang film dan sinetron, berkisar 80-90 persen wisman datang ke suatu tujuan wisata menggunakan akses melalui udara. Sementara aksesibilitas melalui udara di Jabar, belum memadai. “Jadi sekarang lapangan udara harus dikembangkan di Jabar,” katanya.

Deddy berpendapat pariwisata merupakan sektor yang paling cerah sehingga perlu dikembangkan lebih serius di provinsinya yang tercatat sebagai provinsi terpadat di Indonesia.

Pihaknya sendiri telah menyiapkan proyek Bandara Citarate, Bandara Nusawiru, dan Bandara Kertajati. Untuk Bandara Nusawiru saat ini sedang dalam tahap revitalisasi dengan salah satunya upaya perpanjangan landasan pacu atau runway hingga mencapai 2.200 meter.

“Nusawiru akan dibantu pemerintah pusat untuk perpanjangan runway. Lahannya sudah siap tinggal menunggu pembangunan konstruksinya saja,” ujar Deddy sambil menambahkan setelah tuntas dibangun, Nusawiru nantinya bisa didarati pesawat berbadan besar.

Menurut dia, akses menuju Green Canyon yang hanya terpaut 6 km, Pantai Batu Karas yang berjarak 12 km, dan Pananjung, Pangandaran yang terpaut 30 km dari Nusawiru langsung terbuka lebar.

Pihaknya juga sedang memperbaiki akses menuju Geopark Ciletuh di Kabupaten Sukabumi yang nantinya akan dikoneksikan dengan Bandara Citarate. “Ini sekaligus untuk memuluskan jalan Geopark Ciletuh masuk ke dalam jaringan geopark dunia atau Unesco Global Geopark,” kata Deddy.

Satu bandara lainnya, adalah Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) yang sedang dibangun di Kertajati, Majalengka. BIJB bahkan diperkirakan akan menjadi bandara terluas di Indonesia dan menjadi bandara kedua terbesar setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng, Banten.

“Luas Bandara Kertajati yaitu 1.800 hektare. Ada juga lahan seluas 3.200 hektare yang digunakan untuk aero city. Ini bisa dimanfaatkan dengan baik untuk pengembangan wilayah dan pariwisata yang ada di Cirebon Raya,” ungkap Deddy.

Bandara Kertajati dibangun untuk menggantikan fungsi dari Bandara Husein Sastranegara di Bandung. Bandara ini akan dilengkapi akses jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan juga akses kereta. Luas terminalnya bahkan mencapai 92.000 meter persegi yang bisa menampung 5-6 juta penumpang.

Bila sudah beroperasi pada akhir 2017 atau awal 2018 nanti, runway Bandara Kertajati akan mengalahkan panjang runway Bandara Soekarno-Hatta yang berukuran 3.660 meter. Saat ini, untuk runway terpanjang di Indonesia dimiliki Bandara Hang Nadim (Batam) yaitu 4.025 meter. (*/ANO)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.