Dampak Larangan ke Turki, Industri Pariwisata Rusia Terpukul

0
2333
Wisatawan Rusia berwisata di dalam negeri pasca larangan berwisata ke Turki

MOSKOW, test.test.bisniswisata.co.id: Industri pariwisata Rusia terpukul akibat larangan pemerintah berwisata ke Turki. Kerugian itu lebih buruk dibandingkan kehilangan Mesir sebagai tujuan wisata. Rusia memberlakukan larangan perjalanan ke Turki, setelah pesawat Rusia ditembak di perbatasan Suriah dan Rusia. Para agen perjalanan di Rusia merasa kesulitan menemukan tujuan perjalanan lain yang terjangkau bagi pelancong Rusia.

“Tidak ada tujuan lain yang bisa dibandingkan dari harga Turki,” kata Direktur Hubungan Masyarakat dari salah satu perusahaan agen wisata terbesar Tez Tours, Larissa Akhanova, seperti dilansir Euronews, Senin (07/12/2015).

Dilanjutkan, Yunani adalah tujuan paling murah di Eropa, tapi tetap tidak bisa dibandingkan dengan Turki. “Ini adalah masalah besar untuk para agen wisata karena sangat sulit menemukan tempat seperti Turki dengan harga yang mirip,” tambah Akhanova.

Sekitar empat juta warga Rusia mengunjungi Turki tahun 2014. Turki merupakan tujuan paling populer karena harganya menarik, misalnya paket liburan sepekan kelas bintang lima hanya US$ 500 (Rp 6,6 juta) atau paket wisata lengkap seharga 460 euro (Rp 9,6 juta). Wisatawan Rusia saat ini dipaksa mencari rute alternatif wisata lainnya termasuk Uni Emirat Arab, Vietnam, Tiongkok, dan Kuba.

Seorang warga Moskow yang pernah berwisata ke Turki, Aleksandra Gerasimova, mengatakan sangat menyukai Turki. “Sekarang kami harus mencari pilihan lain dan tampaknya itu hal berat untuk dilakukan,” katanya.

Rusia memberikan sejumlah sanksi kepada Turki karena insiden penembakan pesawat, termasuk larangan impor makanan tertentu, kerja sama bisnis, dan larangan perjalanan bebas visa. Turki adalah tujuan populer kedua yang ditutup. Sebelumnya, otoritas Rusia juga menutup penerbangan ke Mesir pada awal November karena serangan teror yang menjatuhkan pesawat berisi turis Rusia.

Banyak pihak yang menilai tindakan itu sepadan karena Turki harus mendapat balasan sesuai penembakan jet Rusia. Presiden Rusia Vladimir Putin menyebutkan tindakan itu seperti menusuk dari belakang. “Sejumlah hal lebih penting dibandingkan pantai-pantai, laut, dan semua liburan. Warga Rusia tidak lagi melihat Turki dengan cara yang sama,” kata seorang pembaca berita terkenal dari sebuah televisi pemerintah, Dmitry Kiselyov. (marcapada2015@yahoo.co.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.