Dampak Gunung Agung, Bisnis Pariwisata Karangasem Merosot

0
1225
Status Gunung Agung awas (Foto: www.infonawacita.com)

KARANGASEM, Bisniswisata.co.id: Industri pariwisata di Karangasem Bali mulai merasakan dampak negatif paska penetapan status awas Gunung Agung. Terbukti, tingkat hunian kamar hotek atau okupansi di sejumlah destinasi wisata di Amed dan Tulamben Karangasem merosot hingga tersisa 20%.

“Seharusnya sekarang ini okupansinya bisa 80%, bulan-bulan seperti sekarang biasanya segitu. Ini cukup banyak yang cancel,” ungkap Ketua PHRI Karangasem Wayan Tama di Karangasem Bali, seperti dilansir laman Bisnis.com, Kamis (28/09/2017).

Dilanjutkan sejumlah wisman asal Eropa membatalkan menginap di Amed dan Tulamben karena alasan keamanan. Jumlah akomodasi di daerah Amed sekitar 250 kamar.

Bahkan, ada wisman memilih dipindah ke Candi Dasa, Kuta dan Nusa Dua meski sebelumnya sudah sempat memesan di Amed dan Tulamben. “Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah pemilik restoran bahkan hotel pun ada yang memutuskan menutup sementara usaha mereka,” papar Wayan Tama.

Amed dan Tulamben merupakan objek wisata bahari di Karangasem timur yang terkenal dengan spot untuk menyelam. Kawasan ini masuk dalam peta kawasan rawan dari erupsi Gunung Agung. “Kami berharap ada semacam petunjuk dari pemerintah mengenai jalur-jalur wisata yang masih aman bagi wisatawan sehingga sektor pariwisata tidak semuanya mengalami imbas negatif,” ungkapnya.

Pemerintah diminta memberi informasi terperinci sehingga meskipun wisman pindah dari Amed dan Tulamben, mereka tetap berwisata di lokasi terdekat seperti Candi Dasa maupun Sidemen. “Karangasem kan tidak hanya Amed dan Tulamben. Kondisi alam di Candi Dasa dan Sidemen juga masih aman hanya kurang informasi saja soal radiusnya,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Dinas Pariwisata Daerah Bali mengeluarkan imbauan bagi wisatawan untuk tetap berlibur ke Bali, karena sebagian besar objek wisata berada di radius aman dari Gunung Agung. Surat edaran tertanggal 27 September dikeluarkan untuk melawan banyaknya berita palsu mengenai situasi terkini Gunung Agung yang berpotensi memberi dampak buruk bagi industri pariwisata.

“Wisatawan tidak perlu khawatir, karena sebagian besar lokasi objek wisata jauh dari Gunung Agung. Ubud berjarak 51 km, sedangkan Sanur, Kuta dan Jimbaran berjarak 72 Km dari gunung berapi,” papar Kadispar Bali Anak Agung Gede Yuniartha Putra

Ditegaskan, hingga 26 September, Gunung Agung tidak mengeluarkan abu pertanda erupsi. Ditegaskan lagi bahwa wilayah yang berbahaya berada di radius 12 Km dari gunung sedangkan lebih jauh dari radius tersebut dinilai aman bagi wisatawan.

Pihaknya mengimbau wisatawan tetap datang ke Pulau Dewata tetapi tidak mendekati area berbahaya di sekitar Gunung Agung. Penerbangan dari dan menuju Ngurah Rai juga masih aman dengan jumlah keberangkatan dan kedatangan wisatawan sekitar 50.000-60.000 per hari.

Wisatawan diimbau tidak khawatir, jika Gunung Agung kemudian erupsi dan Ngurah Rai ditutup, karena pemerintah sudah menyiapkan sejumlah bandara alternatif. Bahkan, sekitar 300 unit bus disiapkan dan siap mengantar wisatawan ke pelabuhan penyeberangan serta terminal terdekat untuk melanjutkan perjalanan jika penerbangan terganggu.

“Segala kebutuhan telah kami siapkan. Sekali lagi kami tegaskan bahwa Bali aman. Status Gunung Agung masih awas, jangan menyebarkan informasi tidak benar bahwa Bali tidak aman. Silakan datang ke Bali,” pintanya. (*/BIO)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.