Home DAERAH Curug Taraje, Antara Legenda dan Pesona Alam

Curug Taraje, Antara Legenda dan Pesona Alam

0
784
Curug Taraje Garut (Foto: wisata kuliner indonesia - blogger)

GARUT, Bisniswisata.co.id: Memang. Garut Jawa Barat memiliki banyak destinasi wisata alam tersembunyi. Banyak yang belum terekspose kepada khalayak banyak, padahal keindahannya luar biasa. Sebut saja Gunung Papandayan, Guntur, serta Gunung Cikuray yang mempesona. Ditambah lagi air terjun, danau serta pemandian air panas yang sayang diabaikan.

Salah satu tempat di Kabupaten Garut yang kini sedang tenar, adalah Curug Sanghiang Taraje. Curug Sanghyang Taraje merupakan air terjun yang ada di ketinggian 660 meter di atas permukaan laut (mdpl) dengan ketinggian air terjunnya yakni 82 meter.

Curug Sanghyang Taraje ada di Kampung Kombongan, Desa Pakenjeng, Kecamatan Pamulihan. Tempatnya ada di dekat hutan, tetapi akses menuju ke Curug Sanghyang Taraje ini cukup gampang dijangkau hingga pengunjung dapat nikmati keindahan dan pesona Curug Sanghyang Taraje.

Taraje diambil dari bahasa Sunda yang dalam bahasa Indonesia berarti “tangga.” Menurut legenda setempat, konon Curug Sanghiang Taraje ini dahulunya pernah dipakai sebagai tangga oleh Sangkuriang.

Tokoh legenda Jawa Barat yang terkenal itu, konon menggunakan Curug Taraje ini untuk mengambil bintang di langit untuk mewujudkan permintaan wanita pujaan hatinya, Dayang Sumbi–yang ternyata adalah ibu kandungnya sendiri.

Di Curug Sanghyang Taraje, ada satu batu berupa tapak raksasa. Menurut legenda, tapak raksasa itu adalah tapak Sangkuriang. Sedangkan di bawah curug ada batu yang konon diakui sebagai tempat menaruh bintang yang diambil Sangkuriang. Bintang tersebut dijaga oleh belut raksasa. Beberapa warga setempat meyakini, belut raksasa itu kerap memperlihatkan diri pada orang.

Terlepas dari mitos tersebut, Curug Sanghiang Taraje mempunyai pemandangan alam yang menakjubkan, indah serta mengagumkan yang mungkin saja tidak bisa ditemukan di obyek wisata yang lain.

Panorama alami di sekitaran Curug Sanghyang Taraje yang dikelilingi pohon-pohon hijau yang membuat hawa di lokasi obyek wisata ini sejuk, kemudian airnya dingin hingga Curug Sanghyang Taraje begitu pas untuk melepas kepenatan dari kegiatan keseharian serta hingar bingar perkotaan.

Akses jalan

Curug Sangyang Taraje bisa ditempuh dari pusat kota Garut sekitar 3 jam perjalanan. Bila membawa kendaraan pribadi, Anda bisa mengambil rute Garut – Bayongbong – Cisurupan – Papanggungan (komplek KOSTRAD 303 Cibuluh). Kemudian ke arah Bungbulang sampai di Kecamatan Pamulihan.

Bila memakai kendaraan umum dapat naik elf jurusan Garut – Bungbulang atau Bandung – Bungbulang. Setelah itu berhenti di Pamulihan.
Dari Kecamatan Pamulihan, perjalanan dilanjutkan menuju Desa Pakenjeng. Perjalanan dari desa Pakenjeng telah mulai susah serta menantang, jalannya cuma cukup untuk satu mobil saja, lalu menuruni segi tebing yang di samping kanannya ada jurang begitu dalam.

Dari Kecamatan Pamulihan, pelancong juga bisa dapat berkunjung ke objek wisata pantai di Kecamatan Caringin. Antara lain, Pantai Rancabuaya. (*/oto)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.