#CreativeTribe, Lokomotif Penggerak Generasi Kreatif

0
487

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Qubicle, social content network menyediakan ruang bagi anak-anak muda kreatif juga komunitas serta content creator untuk saling menginspirasi melalui bermacam medium seperti tulisan, foto, video atau format digital lainnya.

Gerakan pertama Qubicle dalam misinya merangkul generasi kreatif, juga komunitas yang ada di nusantara melalui program #CreativeTribe. Program ini menjadi lokomotif penggerak bagi talenta anak-anak muda yang gemar di dunia industri kreatif untuk diangkat hasil karyanya agar lebih dikenal masyarakat luas dan menjadi teladan bagi generasi kreatif selanjutnya.

“Creative Tribe memberikan exposure bagi individu juga komunitas dari berbagai bidang yang tidak hanya dalam lingkup kreatif, tapi juga terbuka untuk mereka yang unggul di bidang lain seperti olahraga, kulinari, dan lain sebagainya,” jelas Christian Widi selaku Head of Marketing Qubicle dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi test.test.bisniswisata.co.id, Ahad (31/07/2016).

Christian menjelaskan Qubicle adalah social content platform pertama di Indonesia. Sebuah percampuran antara media sosial dan blogging platform (Seperti blogspot atau wordpress), Qubicle adalah wadah untuk mengkaryakan berbagi minat menjadi konten digital dan untuk terhubung dengan sesama yang memiliki minat yang sama.

“Kami Membawa tujuan “Empower One, Inspire Many”, Qubicle percaya bahwa karya satu insan kreatif dapat menginspirasi sebuah pergerakkan baru. Dengan semangat kolaborasi, Qubicle bekerja sama dengan ‘passionate people’ di berbagai interest,” jelasnya.

Berbeda dengan platform yang sudah ada, lanjut dia, Qubicle memberikan konten yang terkategorisasi berdasarkan berbagai minat. Sajian format konten yang beragam adalah kesempatan bagi berbagai komunitas, dan insan kreatif untuk menunjukkan karya mereka ke ranah yang lebih luas.

Demi mewujudkan program itu, Qubicle merangkul Jember Fashion Carnaval (JFC) – event karnaval busana terbesar di dunia yang digagas Dynand Fariz. Lebih dari 2000 peserta karnaval berpartisipasi selama 4 hari penyelenggaraan di jalan utama kota Jember dan disaksikan oleh ratusan ribu penonton dari penjuru nusantara dan mancanegara.

Qubicle memahami bahwa seni pembuatan kostum merupakan bentuk seni yang patut dikembangkan dan dipandang, tidak hanya oleh masyarakat Jember, tetapi oleh seluruh masyarakat Indonesia. “Dalam mendukung JFC 2016, Qubicle juga mengangkat salah satu talenta muda berbakat JFC yaitu Tiara Adindasari, menjadi bagian program #CreativeTribe,” tambahnya

Kenali nama-nama mereka dan lihat bagaimana mereka menggunakan Qubicle sebagai wadah untuk berkarya dan
menginspirasi banyak orang. Mereka merupakan influencer dan suara generasi digital Indonesia. Mereka adalah CreativeTribe Indonesia, sambung Christian

“Qubicle memberikan kesempatan dan sarana bagi saya untuk bisa berkreasi lebih baik lagi di JFC 2016 nanti, dan melalui medium Qubicle id, kini saya bisa berbagi karya dan pengetahuan, serta bertemu dengan para peminat tata busana lainnya di dunia digital,” kata Tiara Adindasari.

Qubicle juga ikut mendanai karya kostum Tiara Adindasari untuk JFC 2016. Riara Adindasari (23 tahun) memiliki bakat dan kecintaan yang luar biasa akan budaya dan seni busana, telah memanifestasikan minatnya secara konsisten melalui pembuatan kostum. Dengan sendirinya, di usianya yang masih muda, ia telah menjadi inspirasi dan membuka mata generasi sekarang akan dunia tata kostum.

Tidak hanya memberikan ruang bagi Tiara Adindasari untuk bisa dikenal masyarakat luas, Qubicle juga ikut berperan mendanai karya kostum rancangan Tiara Adindasari yang menjadi ambassodor JFC. Untuk itu Qubicle mendukung Tiara dan JFC secara materi dan non materi. Salah satunya adalah memberikan dukungan dalam bentuk uang sebesar Rp10 juta untuk Tiara sebagai bantuan dalam pebuatan karyanya untuk JFC mendatang.

Dynand Fariz mengakui sosok Tiara berangkat dari nol. “Dulu Tiara bahkan tidak menyukai dunia fashion. Hingga akhirnya ia jatuh cinta pada kegiatan JFC, membuat karyanya sendiri, hingga meraih JFC Award, menjadi instruktur bagi junior-juniornya di JFC, dan menjadi duta JFC hingga diutus pada roadshow-roadshow di dalam dan luar negeri,“ papar Dynand. (endy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.