City Tour Semarang Cukup Naik Bus Wisata Gratis

0
1340
Bus wisata Semarang (Foto: Tribunnews.com)

SEMARANG, Bisniswisata.co.id: Ambisi meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara, terus digencarkan Pemerintah Kota Semarang. Untuk memanjakan wisatawan yang melakukan perjalanan wisata keliling kota atau city tour Semarang, kini tersedia bus khusus wisata.

Setelah melalui proses uji coba beberapa pekan, bus wisata berkapasitas 70 orang secara resmi diluncurkan oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, di Halaman Balaikota Semarang, Senin (2/10/2017).

Bus dibeli sekitar Rp3,5 miliar ini, sangat mencolok saat melintas di Jalan dalam kota. Ukurannya cukup besar terdiri dua lantai dengan dua pintu sisi kiri. Badan bus seluruhnya berwana merah dengan tulisan “Yuk Muter-muter Semarang” dengan gambar MAJT, Kota Lama dan Lawang Sewu di samping kanan dan kiri.

Bus wisata digratiskan bagi wisatawan melayani tiga kali trip di hari Selasa – Kamis. Pada hari Jum’at -Minggu empat kali trip. Khusus hari Senin bus berhenti operasi untuk perawatan. Wisatawan yang menaiki bus mendapatkan sensasi berbeda.

Wisatawan akan diajak berkeliling, mulai dari Museum Mandala Bakti, Kota lama, Simpang Lima, Kampung pelangi yang lagi hits, Sampoo Kong, Museum Ronggowarsito, dan kembali ke Museum Mandal Bhakti. Bus akan berhenti selama 15 menit untuk memberikan kesempatan para wisatawan untuk menikmati setiap destinasi wisata.

Operasional Bus wisata akan resmi dimulai hari Selasa (3/10/2017) untuk melayani perjalanan wisata masyarakat Kota Semarang maupun wisatawan dari luar Kota Semarang.

Kehadian bus wisata ini mendapatkan respon positif dari masyarakat. Lucky salah satu warga yang sudah pernah mencoba bus tersebut mengatakan bus sangat bagus, baik dari sisi interior maupun eksterior. “Jalannya juga enak, ACnya cukup dingin jadi sangat nyaman,” katanya.

Senada diungkapkan Widi. Dia mengaku, pernah mendapakan kesempatan untuk menaiki bus wisata itu saat uji coba beberapa pekan lalu. “Di jalan kita bisa menikmati pemandang kota Semarang yang bersih,” ucapnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang M Khadik mengatakan, Bus wisata bisa dimanfaatkan oleh semua lapisan masyarakat yang datang ke Kota Semarang. Untuk bisa menaiki bus wisata tersebut, wisatawan harus harus mendaftar terlebih dahulu di Musesum Mandala Bhakti.

Dengan adanya bus wisata itu mampu manarik wisatawan ke Kota Semarang semakin banyak, sehingga roda perekonomian di lokasi wisata meningkat. “Devisa dari sektor pariwisata menjadi urutan nomer 2 pendapatan terbesar Negara, menggeser sektor Migas, oleh karenannya Pemkot Semarang berniat untuk menggalakan promosi kepariwisataan,” lontarnya.

Salah satu bentuk langkah Pemerintah Kota Semarang memajukan dan mengembangkan sektor pariwisata ialah dengan menghadirkan sarana trasnportasi gratis bagi pelancong yang ingin menikmati destinasi wisata Kota Semarang. “Tentunya dengan kehadiran bus ini, ini lebih kearah sektor pariwisata supaya lebih meningkat di Kota Semarang,” ucapnya

Dilanjutkan, perhotelan di Semarang yang sekarang jumlahnya sudah mencapai sekitar 300an, restoran 800an, dan pelaku wisata mencapai ribuan juga bisa semakin tumbuh. Dan pastinya akan mampu menggerakkan ekonomi di Semarang secara signifikan. “Kami akan menambah satu lagi arrmada, dengan menganggarkan Rp3,5 miliar di tahun 2018, untuk meningkatkan kepariwisataan di Kota Semarang,” timpalnya.

Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi mengharapkan, pemerintah Kota Semarang juga menyiapkan pemandu wisata, agar wisatawan yang datang tidak hanya bisa menikmati keindahan kota Semarang saja namun juga mendapatkan pengetahuan tentang destinasi wisata yang dikunjungi.

Juga ke depannya bus wisata terintegrasi dengan wilayah tetangga, sehingga sehingga potensi pariwisata di Kota Semarang dan daerah penyangga bisa dimaksimalkan. “Jika bus wisata belum sampai wilayah tetangga, bisa dilanjutkan dengan BRT trans Semarang, apalagi sudah ada kerjasama seinergitas pelayanan transportasi dengan daerah-daerah penyangga,” tandasnya. (*/SIN)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.