Cepat atau Lambat Destinasi Wisata Bali akan Kalah

0
2878
Turis Tiongkok berwisata ke desa wisata Bali (foto: indonesiatimur.co)

DENPASAR, test.test.bisniswisata.co.id: MESKI masih menjadi destinasi terbaik, Bali sudah mesti waspada. Pasalnya para pesaing dari beberapa negara di Asia, terus meningkatkan diri agar menjadi destinasi unggulan.

“Kalau Bali tidak segera berbenah, cepat atau lambat akan kalah dengan para kompetitor terutama di kawasan Asia,” ujar pelaku pariwisata Kuta, Made Karang, di Denpasar, Rabu (20/05/2015).

Diakuinya, memang sampai kini, destinasi Bali menempati posisi terbaik. Namun beberapa negara di kawasa Asia, juga terus membenahi destinasi dan membenahi sumber daya manusianya. Bila Indonesia dan Bali tidak memperhatikan hal itu, dengan berbagai inovasi, cepat atau lambat Bali akan kalah.

Di sisi lain, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Dewi Setyowati mengaku, data terakhir menunjukkan bahwa di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi global, pertumbuhan sektor pariwisata dunia masih menunjukkan tren peningkatan.
Berdasarkan data dari World Travel and Tourism Council (WTCC), sebuah forum industri travel dan pariwisata internasional, sektor pariwisata dunia diperkirakan akan mengalami pertumbuhan sebesar 4%, lebih tinggi dibandingkan dengan sektor keuangan, transportasi dan manufaktur.

United Nations World Tourism Organization (UNWTO), badan naungan PBB yang membidangi pariwisata, juga memproyeksikan peningkatan 3-4% jumlah turis internasional pada 2015. Jumlah ini akan terus bertambah hingga diperkirakan jumlah turis akan meningkat dua kali lipat, dari 1 miliar orang menjadi 2 miliar orang, selama 2013-2035.

“Daerah tujuan wisata juga diperkirakan akan mengalami konvergensi, searah dengan perkembangan historis destinasi wisata dunia dalam kurun waktu 20 tahun terakhir,” ujar Dewi seperti dikutip laman Media Indonesia.com.

Menurut dia, kondisi ini menjadi peluang bagi Bali, yang ekonominya berbasis pada sektor pariwisata. Di tengah perlambatan lapangan usaha lainnya, sektor pariwisata masih menjadi penopang pertumbuhan ekonomi di Bali.

Daya tarik Bali sebagai daerah destinasi utama dunia, tambah Dewi, masih cukup kuat, terlihat pada masih tingginya pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara. Pada triwulan I 2015, pertumbuhan kunjungan wisman di Bali tercatat sebesar 14,04%, masih jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan triwulan I selama 5 tahun terakhir, 2011-2015 yang sebesar 11,54%. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.