Cara Mudah Menerapkan Belajar STEM pada Anak

0
1582
foto.moneyshopper.co.uk

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Bagaimana cara memberikan dukungan kepada anak untuk menjadikan seorang anak yang dapat berifikir secara kritis, logis, analitis, kreatif, inovatif, dan mampu memecahkan masalah dengan sistematis?

Caranya, yakni orangtua bisa menerapkan pola belajar berbasis sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM), yang ternyata sangat sederhana dan menyenangkan.

Pendidikan berbasis STEM berfokus pada aspek kolaborasi, komunikasi, riset, mencari solusi, berpikir kritis dan kreatif. Jadi, walaupun diterapkan pada ilmu eksakta, unsur sosialnya tetap ada terutama bila anak belajar dalam kelompok. Ia akan belajar bagaimana berkomunikasi dengan baik dan bekerja sama dalam tim.

“Pola belajar STEM bisa dimulai dari usia dini dengan cara yang mudah. Tetapi harus disesuaikan dengan tingkat tumbuh kembang anak karena ada perbedaan metoda antara anak usia dini, usia sekolah dasar, dan menengah,” ujar Dosen matakuliah sains dan matematika jurusan Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta, Eriva Syamsiatin di Jakarta, Minggu (9/3/15)

Ia mengatakan, “Orangtua bisa mulai menerapkan pola belajar STEM dengan mengajak anak bermain sambil mengamati kegiatan sehari-hari dan lingkungan sekitarnya”.

STEM bukan tentang mengajarkan teknologi, tapi membangkitkan kemampuan berpikir ilmiah. Anak diajak mengumpulkan data, lalu melaporkan kembali. Dengan begitu, menurutnya anak belajar konsep apapun akan lebih mudah.

“Dalam mendidik anak usia dini 3-5 tahun, yang terpenting kita perlu membangun dulu konsep berpikirnya,” tegasnya.

Menurutnya tidak perlu jauh-jauh untuk membangun konsep berfikirnya, bisa dengan mengajak anak ke pedesaan, sawah, atau pegunungan untuk membantunya mempelajari alam.

Dengan biaya minim dan peralatan seadanya, anak sudah bisa menjadi ilmuwan cilik. Contoh, saat ibu menyeduh susu untuk anak, ibu bisa mengenalkan konsep panas dan dingin padanya. Atau ketika ibu memasak sup, anak bisa dikenalkan pada beragam sayuran, diajari mengelompokkannya, menentukan ukuran, dan urutan memasak.

“Orang tua bisa mengajarkan itu di rumah. Itu saja dulu yang dipelajari. Tidak perlu yang rumit menjelaskan aneka konsep. Karena memang di usia dini 3-5 tahun mereka hanya perlu mengenal proses belajar science thinking,” jelasnya. (evi)

Tips Belajar Berbasis STEM
• Orangtua bisa mengajarkan anak menggunakan beragam metode dan alat, tidak perlu terpaku pada satu petunjuk.
• Sering-sering membaca perkembangan metode dan pola belajar terbaru dari beragam sumber, termasuk internet.
• Jangan melakukan pelatihan intensif atau berulang terus-menerus agar anak tidak menjadi penghapal dan sulit mengembangkan kemampuan analisis.
• Melatih seluruh panca indera si kecil dengan lebih banyak belajar di taman atau halaman ketimbang di depan komputer yang hanya menekankan aspek visual.
• Perbanyak aktivitas belajar, jangan terlalu lama duduk.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.