Butuh Komitmen Tingkatkan Daya Saing Pariwisata Ditingkat Global

0
551

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan, kunci keberhasilan pariwisata nasional tidak lepas dari peran serta semua pemangku kepentingan (stakeholder), kalangan pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, media dan praktisi maupun komunitas pariwisata (Penta Helix).

“Membangun sinergisitas yang baik dengan semua stakeholder pariwisata ini menjadi kunci dalam mewujudkan target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan nusantara (wisnus) tahun 2016 hingga 2019,” ungkap Arief Yahya pada menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepariwisataan ke-II di JCC Jakarta, Kamis (28/04/2016).

Dilanjutkan, Presiden Joko Widodo menetapkan pariwisata sebagai sektor andalan yang harus didukung semua sektor lain, terutama infrastruktur dan transportasi dalam mempercepat tercapainya target pariwisata 2019.

Presiden menetapkan target pariwisata lima tahun ke depan atau 2019 harus naik dua kali lipat, dengan memberikan kontribusi pada PDB nasional sebesar 8%, devisa yang dihasilkan Rp 280 triliun, juga menciptakan lapangan kerja bidang pariwisata sebanyak 13 juta orang,

Pemerintah menetapkan kunjungan wisman 20 juta, pergerakan wisnus 275 juta, serta indeks daya saing pariwisata Indonesia berada di ranking 30 dunia.

Sementara target 2016 sebanyak 12 juta kunjungan wisman dan 260 juta pergerakan wisnus, kontribusi pariwisata terhadap PDB nasional sebesar 5%, jumlah lapangan kerja yang diciptakan sebanyak 11,7 juta tenaga kerja.

“Dengan ditetapkannya pariwisata sebagai program prioritas nasional, alokasi anggaran pariwisata 2017 eningkat. Kita mengusulkan dalam pagu indikatif RKP 2017 sebesar Rp 7,9 triliun atau naik 46,3% dari tahun 2016 Rp 5,4 triliun,” kata Arief Yahya.

Menurutnya, dengan meningkatnya alokasi anggaran diharapkan mempercepat pencapaian target pariwisata nasional, antara lain meningkatnya kualitas dan daya saing pariwisata di tingkat global.

“Memang dalam Travel and Tourism Index Competitives Index 2015,World Economic Forum (WEF), pariwisata Indonesia mengalami kenaikan pada 3 pilar: business environment naik 30 tingkat berada di peringkat 63 dunia, international openness naik 59 tingkat kini di peringkat 55, dan air transport infrastructure naik 15 tingkat berada di peringkat 39 dunia,” paparnya.

Meningkatnya peringkat pilar business environment, sayangnya diikuti dengan menurunnya sejumlah sub-pilar yaitu; jumlah hari dalam memulai bisnis dan biaya memulai bisnis masing-masing turun di ranking 129 dan 105 atau berada di bawah Malaysia dan Thailand.

Sebagai perbandingan (benchmarking) pada sub-pilar memulai bisnis, Indonesia berada di ranking 129, sedangkan Malaysia di ranking 23 dan Thailand di ranking 109, sedangkan pada sub-pilar biaya memulai bisnis, Indonesia di ranking 105, Malaysia ranking 66 dan Thailand ranking 64.

”Ini menjadi salah satu tantangan dan PR kita bersama bagaimana kita segera memperbaiki sub pilar yang menjadi komponen penting dalam meningkatkan daya saing global,” ucapnya.

Menteri berharap melalui Rakornas kali ini akan dihasilkan sebuah komitmen bersama untuk mendukung peningkatkan daya saing pariwisata nasional di tingkat global.

Rakornas Kepariwisataan kali ini mengangkat tema ”Sinergi Pusat dan Daerah Menuju 12 Juta Wisman dan 260 Juta Wisnus Tahun 2016” diikuti 700 peserta dari anggota Komisi X DPR, instansi terkait, dinas pariwisata provinsi/kabupaten/kota, kalangan akademisi, asosiasi/industri pariwisata, komunitas pariwisata dan media.

Juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kemenpar dengan stakeholders, antara lain BMKG, Singapore Airlines, Garuda Indonesia, Kementerian PUPR, Bank Tabungan Negara (BTN), Akademi Bahasa Asing Bina Sarana Informatika, Politeknik Kota Malang, Politeknik Aceh, President University, Sekolah Tinggi Bahasa Asing Persahabatan Internasional Asia dan Universitas Papua.

Kesepakatan kerjasama Kemenpar dengan beberapa stakeholder dimaksud dalam rangka mendukung promosi Wonderful Indonesia untuk meningkatkan kunjungan wisman ke Indonesia yang mentargetkan 20 juta wisman pada 2019.(endy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.