Burger Aneka Warna, Kuliner Alternatif Bandung

0
1949

BANDUNG, test.test.bisniswisata.co.id: Kuliner di Bandung terus berinovasi. Kini ada burger aneka warna, guna memberikan alternatif jajanan kota Bandung. Termasuk juga, mengimbangi maraknya kuliner bermerek impor di Kota Bandung. “Setahun belakangan saya mencoba inovasi dengan membuat roti burger dan hotdog menjadi hitam,” jelas pengusaha kuliner Ira Zulfa di Bandung.

Ira mengaku terinspirasi membuat roti hitam tersebut karena membaca situasi pasar kuliner Kota Bandung, terutama di kalangan remaja, yang tengah gandrung kedatangan tren burger hitam yang berasal dari Jepang sekitar satu tahun lalu. “Awalnya browsing di internet dan tahu burger hitam sedang booming, oleh karena itu saya coba membuat rotinya sendiri dibantu oleh kakak,” ujar perempuan yang telah menjalani usahanya selama tiga tahun tersebut.

Warna hitam dalam rotinya berasal dari campuran tepung ketan hitam. Ia tidak memakai pewarna, hitamnya didapat dari tepung ketan hitam yang dicampur ke dalam adonan roti burger. Respon dari konsumen positif dan lebih menyukai burger dan hotdog versi hitam dibanding roti kecoklatan seperti biasa. Meski demikian daya tahan atau kedaluarsi roti hitam lebih rendah dibanding roti biasa. “Bila roti biasa bisa tahan hingga tiga sampai empat hari, roti hitam cuma tahan dua hari, harus dimasukkan ke kulkas,” ungkap dia.

Karena diminati konsumen, ia mengatakan, omzet bisnis burger dan hotdog hitamnya menjanjikan. Saat sedang marema seperti malam Minggu, omsetnya mencapai Rp4 juta. Sedangkan hari-hari biasa sekitar Rp3 juta. “Saya tidak buka kedai khusus, hanya berjualan bila ada festival saja,” papar dia seperti dikutip laman Inilah.com, Rabu (30/09/2015).

Sementara pengusaha burger velvet di Bandung, Lilis Siti Maryati menjual burger berwarna merah. “Burger yang hitam dibuat dengan campuran bubuk arang bambu, kalau yang merah dengan campuran bit merah, semuanya tidak pakai pewarna buatan dan pengawet,” tandas dia.

Menurut dia, selain unik, burger bewarna hitam dan merah ini juga mengandung khasiat lebih dibanding burger biasa. “Kandungan gizi jelas ada perbedaan, arang berfungsi sebagai obat diare sedangkan bit bagus sebagai penambah sel darah,” tutur dia yang sehari-harinya berjualan di Pasar Cisangkuy, Bandung itu.

Ia mengatakan ide awal menjual burger merah dan hitam adalah karena mengamati kecenderungan masyarakat Kota Bandung yang mulai meminati makanan sehat. “Awalnya, karena warnanya (burger) merah itu unik dan sekarang orang Bandung sudah mulai melirik makanan sehat, maka saya berupaya mengolah sendiri daging pada burgernya,” kata dia.

“Potensi jualan burger seperti ini di Bandung bagus, sekarang kan sudah tren yang menjual burger dan hotdog hitam, bahkan ada yang sudah berinovasi dengan menjual roti berwarna biru, putih, hingga oranye, berarti ini diminati dan akan berkembang,” sambungnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.